Faktaindonesianews.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat penting bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, pada Minggu (8/3). Rapat yang berlangsung sejak siang hingga malam tersebut membahas berbagai isu strategis nasional, mulai dari kesiapan arus mudik Lebaran, pembangunan kampus baru berbasis sains dan teknologi, hingga perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden memimpin lima rapat berbeda dalam satu hari. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat tersebut adalah persiapan pemerintah menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri. Pemerintah memprediksi mobilitas masyarakat akan meningkat dalam waktu dekat, sehingga berbagai aspek pengamanan dan kelancaran perjalanan menjadi perhatian utama.
Menurut Teddy, Presiden meminta laporan mengenai kesiapan keamanan dan kelancaran mudik, terutama menjelang sepuluh hari terakhir sebelum Idulfitri. Hal ini mencakup pengaturan transportasi, keamanan jalur mudik, hingga koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Selain isu mudik, rapat juga membahas penguatan sektor pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang sains dan teknologi. Pemerintah saat ini tengah mengembangkan sepuluh kampus baru yang dirancang untuk memperkuat riset dan inovasi nasional. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.
Presiden juga meminta laporan terbaru terkait upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi negeri di tingkat global. Pemerintah mendorong kampus-kampus nasional agar memperluas kerja sama akademik dengan universitas ternama di berbagai negara, termasuk dalam bidang riset, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan teknologi strategis.
Di sisi lain, dinamika situasi geopolitik internasional juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Teddy menjelaskan bahwa Presiden menyoroti perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah serta kemungkinan dampaknya terhadap stabilitas global dan regional, termasuk Indonesia.
Topik lain yang turut dibahas adalah program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina di Indonesia. Saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo sejak tahun 2022 telah membuka kesempatan bagi anak-anak Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia, khususnya di Universitas Pertahanan.
Awalnya, program tersebut mengundang sekitar 20 hingga 40 pelajar Palestina setiap tahun. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah mahasiswa Palestina yang menempuh pendidikan di Indonesia terus meningkat hingga kini mendekati 200 orang.
Program ini tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan bagi generasi muda Palestina, tetapi juga memperkuat hubungan kemanusiaan dan diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Palestina.
