Jakarta, Faktaindonesianews.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi melantik Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Pelantikan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-12 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026, yang digelar pada Selasa (27/1).
Sari Yuliati diusulkan oleh Fraksi Partai Golkar untuk menggantikan Adies Kadir, yang mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DPR setelah pada hari yang sama disetujui DPR sebagai calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Adies akan menggantikan Arief Hidayat yang memasuki masa pensiun pada 5 Februari 2026.
Usulan tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, yang memimpin jalannya rapat paripurna.
“Surat dari DPP Partai Golkar menyampaikan usulan penggantian Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar, dari saudara Adies Kadir kepada saudari Sari Yuliati, nomor anggota A-341,” ujar Saan di ruang rapat paripurna.
Sari Yuliati merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Sebelum menduduki kursi pimpinan DPR, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.
Di parlemen, Sari saat ini menjalani periode keduanya sebagai legislator. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada periode 2019–2024, dan kembali dipercaya pada Pemilu 2024.
Meski lahir dan besar di Jakarta, Sari dua kali terpilih mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) II, yang meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, serta Kota Mataram.
Karier politik Sari dimulai sejak 2003. Ia merupakan lulusan Teknik Sipil Universitas Trisakti (2000) dan meraih gelar Magister Teknik dari Universitas Indonesia pada 2001. Selain itu, Sari juga menyelesaikan strata satu Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada 2005.
Saat ini, ia tengah menempuh program doktoral Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, memperkuat latar belakang akademiknya di bidang hukum dan legislasi.
Aktivitasnya di Partai Golkar dimulai pada 2004, setahun setelah meraih gelar magister, dengan menjabat sebagai bendahara di organisasi sayap Golkar, AMPI. Sejak saat itu, Sari dikenal luas sebagai kader yang lama berkecimpung di posisi strategis bidang keuangan partai.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Sari Yuliati kini dipercaya sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar. Ia juga memegang posisi yang sama sebagai bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK, Sari Yuliati tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp55,66 miliar per Juli 2024. Nilai tersebut mengalami penurunan dibandingkan laporan tahun 2022 yang mencapai sekitar Rp61 miliar.
Sebagian besar aset Sari berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp47 miliar, yang tersebar di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor.
Pelantikan Sari Yuliati menambah komposisi pimpinan DPR RI sekaligus menandai kelanjutan proses rotasi jabatan di parlemen seiring perubahan posisi sejumlah pimpinan nasional, termasuk di Mahkamah Konstitusi.






