Jakarta, Faktaindonesianews.com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh resmi menunjuk Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan. Penunjukan ini dilakukan menyusul keluarnya Rusdi Masse Mappasessu dari NasDem yang belakangan disebut bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, saat ditemui di kompleks parlemen, Selasa (26/1). Menurut Saan, posisi Ketua DPW NasDem Sulsel kini telah resmi diisi oleh Syaharuddin Alrif yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPW.
“Kita sudah ganti. Ketua DPW NasDem Sulsel sudah ada yang baru. Jadi Bupati Sidrap, Kakak Syaharuddin Alrif, yang sebelumnya Sekretaris DPW, sekarang sudah menjadi Ketua DPW,” ujar Saan.
Penunjukan Syaharuddin dinilai sebagai langkah cepat NasDem untuk menjaga stabilitas organisasi partai di Sulawesi Selatan, sekaligus memastikan roda konsolidasi politik tetap berjalan setelah hengkangnya Rusdi Masse. Sulsel selama ini dikenal sebagai salah satu basis strategis NasDem di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, terkait status Rusdi Masse di DPR RI, Saan menjelaskan bahwa proses Pergantian Antarwaktu (PAW) masih berjalan. Ia menegaskan bahwa setelah Rusdi resmi keluar dari Partai NasDem, secara otomatis yang bersangkutan juga kehilangan status sebagai anggota DPR, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MD3.
“PAW-nya kan belum, kita masih menunggu prosesnya,” kata Saan singkat.
Di DPR, Rusdi Masse sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ia baru menduduki posisi tersebut pada September 2025, menggantikan Ahmad Sahroni yang dinonaktifkan menyusul gelombang demonstrasi besar pada akhir Agustus tahun lalu.
Situasi di pimpinan Komisi III DPR sendiri tengah mengalami kekosongan lebih dari satu posisi. Selain Rusdi Masse, kursi pimpinan juga ditinggalkan oleh Sari Yuliati, yang baru saja dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir.
Adies Kadir diketahui mundur dari DPR RI dan Partai Golkar setelah terpilih sebagai calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menggantikan Arief Hidayat yang dijadwalkan memasuki masa pensiun pada 5 Februari 2026.
Menanggapi kondisi tersebut, Saan memastikan bahwa DPR akan segera mengisi kekosongan pimpinan Komisi III setelah menerima surat resmi dari fraksi-fraksi terkait. Ia menyebut seluruh partai politik saat ini tengah memproses mekanisme internal masing-masing.
“NasDem juga sedang memproses. Saya yakin semua partai juga sedang memproses pergantian pimpinan Komisi III DPR RI,” jelasnya.






