CIAMIS, Faktaindonesianews.com — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Kabupaten Ciamis berlangsung semarak di Aula PKK Kabupaten, Senin (19/5/2025). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran PKK dalam mendukung pembangunan daerah berbasis keluarga.
Acara dihadiri langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Ketua TP PKK Ciamis Hj. Kania Ernawati Herdiat, jajaran pengurus PKK dari berbagai tingkatan, hingga tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Kania Ernawati Herdiat membacakan sambutan Ketua Umum PKK Pusat, Hj. Tri Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya semangat gotong royong dan aktualisasi 10 program pokok PKK sebagai motor penggerak perubahan di masyarakat.
“Dengan semangat gotong royong dan 10 program pokok PKK, para kader telah menjadi agen perubahan di masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga lingkungan,” kata Kania.
Gerakan PKK sendiri telah menempuh perjalanan panjang sejak embrionya berupa program “Home Economics” di Bogor tahun 1957. Kini, PKK telah tumbuh menjadi organisasi besar dengan 2,5 juta anggota dan lebih dari 4,1 juta kelompok dasawisma di seluruh Indonesia.
Tema tahun ini, “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas”, menegaskan komitmen PKK dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju 2045. Penguatan regulasi juga terus dilakukan, antara lain melalui Perpres No. 99 Tahun 2017, Permendagri No. 36 Tahun 2020, dan Permendagri No. 18 Tahun 2018. PKK kini memperoleh dukungan anggaran dari APBN, APBD, dan APBDes.
Namun demikian, Kania mencatat masih ada tantangan serius dalam pendanaan di tingkat desa. Berdasarkan data APBD 2025 dan Siskeudes 2024, baru 46 persen desa yang mengalokasikan anggaran untuk pembinaan PKK melalui APBDes.
“Masih ada gap 22 persen kabupaten dan 17 persen kota yang belum menganggarkan dukungan pembinaan PKK. Ini perlu jadi perhatian bersama,” tegas Kania.
Bupati Herdiat pun menggarisbawahi pentingnya sinergi PKK dalam menyukseskan program-program pemerintah, terutama dalam penanganan isu-isu krusial seperti stunting dan kemiskinan.
“Selamat ulang tahun ke-53 untuk PKK. Ini usia yang matang, penuh pengalaman. Banyak program pemerintah yang dibantu oleh PKK, terutama penanganan stunting,” ucap Herdiat.
Namun ia juga menyoroti persoalan belum sinkronnya data lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk itu, ia meminta agar kader PKK segera melakukan pendataan ulang di tingkat desa agar tidak terjadi tumpang tindih informasi.
“Satu data itu mutlak penting. Saya minta kader PKK segera melakukan pendataan ulang, baik itu data stunting, rutilahu, maupun kemiskinan ekstrem,” tegasnya.
Herdiat berharap PKK terus menjadi penggerak utama kesejahteraan keluarga di Ciamis serta menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
