Strategi Kebangkitan Pariwisata Bandung 2026: Farhan Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6 Persen

Strategi Kebangkitan Pariwisata Bandung 2026: Farhan Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6 Persen

Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan strategi besar untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Kota Bandung setelah mengalami tekanan hebat pada awal 2025. Dengan mengandalkan penguatan mobilitas wisatawan serta penyelenggaraan ratusan event sepanjang tahun, Farhan optimistis laju ekonomi Kota Kembang bisa terdongkrak dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 5,7 hingga 6 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat menjadi keynote speaker dalam Transformation MVB Indonesia Sustainability Forum yang digelar di Artotel Suites Aquila Bandung, Kamis, 12 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Farhan, Bandung yang dihuni sekitar 2,6 juta penduduk memiliki tingkat mobilitas sangat tinggi. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 24 juta pergerakan penerbangan dari dan menuju Bandung, yang setara dengan 12 juta mobilitas orang. Angka tersebut menjadi modal strategis dalam memulihkan sektor wisata.

Ia menyebut, momentum kebangkitan mulai terasa setelah 5 April 2025 atau pasca-Lebaran. “Sejak saat itu, industri hotel, restoran, dan sektor pendukung mulai menunjukkan tren pemulihan,” ujarnya.

Sebelumnya, kebijakan pengetatan anggaran kegiatan serta perjalanan dinas pemerintah berdampak signifikan terhadap industri perhotelan dan restoran yang selama ini bergantung pada sektor MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). Tingkat hunian hotel yang biasanya berada di kisaran 50–60 persen sempat terjun bebas ke angka rata-rata 30 persen selama sekitar tiga bulan. Bahkan, potensi industri pariwisata sempat menyusut hingga 38 persen.

Untuk keluar dari tekanan tersebut, Pemkot Bandung memilih strategi agresif dengan menjadikan event sebagai mesin penggerak ekonomi. Sepanjang 2025, Bandung menjadi tuan rumah sekitar 260 event lokal hingga nasional. Farhan menegaskan, mobilitas adalah kunci utama. Ketika orang datang dan bergerak, hotel terisi, restoran ramai, dan UMKM ikut merasakan dampaknya.

Pemkot juga memberikan insentif berupa diskon pajak hiburan PB1 hingga 50 persen bagi event yang dinilai mampu mendongkrak kunjungan wisatawan. Kebijakan ini mendorong promotor menghadirkan acara berskala besar dan berdaya tarik tinggi.

Tak hanya konser dan festival, euforia kemenangan Persib Bandung turut memberi efek signifikan. Perayaan juara yang berlangsung hampir tiga pekan memicu lonjakan kunjungan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Perputaran ekonomi terasa hingga level mikro—dari hotel, restoran, hingga warung kecil.

Event olahraga seperti Pocari Sweat Run Indonesia juga dimaksimalkan sebagai magnet wisata. Dari 19.000 peserta pada 2025, sekitar 10 persen berasal dari Jakarta Selatan dengan daya beli tinggi, mayoritas perempuan. Segmen ini dinilai memberikan efek berantai pada sektor perhotelan, kuliner, dan ritel.

Farhan bahkan mendorong penyelenggara memperpanjang durasi event menjadi dua hari agar wisatawan tinggal lebih lama sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas.

Ia meyakini, kebangkitan pariwisata akan berdampak langsung pada iklim investasi. Keramaian wisata, menurutnya, membentuk tradisi kunjungan yang pada akhirnya menarik investor menanamkan modal di Bandung. Dengan strategi berbasis mobilitas, insentif fiskal, serta penguatan kalender event, Pemkot Bandung optimistis sektor pariwisata kembali menjadi tulang punggung ekonomi. Jika konsistensi ini terjaga, target pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen bukan sekadar angka, melainkan peluang nyata yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Pos terkait