Tiga Sekolah di Karawang Alami Keterlambatan Entri PDSS SNBP, KCD Wilayah IV Berupaya Mencari Solusi

Tiga Sekolah di Karawang Alami Keterlambatan Entri PDSS SNBP, KCD Wilayah IV Berupaya Mencari Solusi

FaktaindonesiaNews.com Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar). Mengungkapkan bahwa terdapat tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Karawang yang mengalami kendala dalam keterlambatan penginputan data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Ketiga sekolah tersebut adalah SMAN 4 Karawang, SMAN 1 Telukjambe, dan SMAN 1 Tirtajaya.

Kepala KCD Wilayah IV Jabar, Budi Hermawan, menjelaskan bahwa meskipun ada tiga sekolah yang mengalami keterlambatan, dua di antaranya tidak menghadapi masalah yang terlalu serius. “Ada tiga sekolah, tetapi yang dua tidak terlalu bermasalah,” ujar Budi pada Jumat (7/2/2025).

Bacaan Lainnya

Budi menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya agar ratusan siswa yang terdampak keterlambatan ini. Tetap bisa mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Namun, keputusan akhir terkait penginputan data masih berada di bawah wewenang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Kami masih menunggu prosesnya, karena yang memiliki kewenangan untuk meng-approval bukan kami, melainkan pihak Kemendikbudristek,” tambah Budi.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, serta Gubernur terpilih, Dedi Mulyadi. Terus mendorong Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendiktiristek). Agar memberikan toleransi waktu bagi sekolah-sekolah yang mengalami keterlambatan dalam menginput PDSS.

Sebagai respons terhadap situasi ini, Kemendikbudristek akhirnya memberikan kesempatan. Kepada sekolah-sekolah tersebut untuk melakukan finalisasi data PDSS hingga batas waktu maksimal 7 Februari 2025. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi siswa yang terdampak, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi masuk PTN melalui jalur prestasi.

Dengan adanya perpanjangan waktu ini, pihak sekolah diharapkan dapat segera menyelesaikan proses penginputan data agar tidak ada siswa yang dirugikan dalam proses seleksi nasional.

Pos terkait