Viral Pengisian Super Cepat Mobil Listrik BYD, Teknologi Baru Ini Bikin Heboh Netizen

Viral Pengisian Super Cepat Mobil Listrik BYD, Teknologi Baru Ini Bikin Heboh Netizen

Faktaindonesianews.com – Sebuah video yang viral di media sosial mendadak menarik perhatian publik. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria melakukan pengisian daya mobil listrik BYD dengan kecepatan yang tidak biasa. Panel dasbor kendaraan memperlihatkan lonjakan daya dari 11 persen ke 13 persen hanya dalam hitungan detik, sebuah fenomena yang membuat banyak orang terkejut.

Kecepatan pengisian ini bahkan disamakan dengan teknologi fast charging pada smartphone. Salah satu warganet berkomentar, “Baterai ponsel saya mengisi daya seperti ini,” menunjukkan betapa cepatnya proses tersebut. Komentar lain menyebutkan bahwa inovasi ini berpotensi mengubah perilaku pengguna kendaraan listrik secara signifikan, terutama jika akses terhadap teknologi ini semakin luas.

Bacaan Lainnya

Fenomena ini bukan tanpa dasar. BYD sebelumnya telah memperkenalkan teknologi baterai terbaru mereka, yakni Blade Battery generasi kedua, pada Maret lalu. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar 5 menit. Angka ini tentu menjadi lompatan besar dalam industri kendaraan listrik global.

Kecepatan tersebut bahkan disebut-sebut sebagai rekor baru dunia dalam pengisian daya baterai kendaraan listrik. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas kekhawatiran klasik pengguna mobil listrik, yakni range anxiety atau kecemasan terhadap jarak tempuh akibat keterbatasan daya baterai.

Chairman dan President BYD, Wang Chuanfu, menyatakan bahwa industri otomotif saat ini harus mampu menjawab dua tantangan utama, yakni kecepatan pengisian daya yang belum optimal serta penurunan performa baterai pada suhu rendah. Menjawab tantangan itu, Blade Battery generasi kedua hadir dengan peningkatan efisiensi energi sekitar 5 persen dan waktu pengisian yang jauh lebih singkat.

Tidak hanya cepat, baterai ini juga dirancang untuk tetap optimal dalam kondisi ekstrem. Dalam suhu hingga minus 30 derajat Celcius, waktu pengisian dari 20 persen ke 97 persen hanya bertambah sekitar 3 menit dibandingkan kondisi normal. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut tidak hanya unggul dalam kecepatan, tetapi juga dalam ketahanan performa.

Dari sisi keamanan, baterai Blade generasi kedua juga telah melalui berbagai pengujian ketat dan dinyatakan melampaui standar nasional di China. Ini menjadi nilai tambah penting di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan baterai kendaraan listrik.

Tak berhenti di situ, BYD juga berkomitmen membangun ekosistem pendukung. Perusahaan menargetkan pembangunan hingga 20 ribu stasiun Flash Charging di seluruh China pada akhir 2026. Infrastruktur ini nantinya akan diperluas secara bertahap ke berbagai negara, mendukung adopsi kendaraan listrik secara global.

Pos terkait