Wakil Bupati Garut Tegaskan Musrenbang Bukan Formalitas, Fokus Kawal Aspirasi dan Perkuat Ekonomi Daerah

Wakil Bupati Garut Tegaskan Musrenbang Bukan Formalitas, Fokus Kawal Aspirasi dan Perkuat Ekonomi Daerah

Garut, Faktaindonesianews.com – Wakil Bupati Garut Putri Karlina menegaskan bahwa Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musrenbang Penyusunan RKPD Kabupaten Garut Tahun 2027 untuk Kecamatan Tarogong Kidul dan Tarogong Kaler, yang digelar di Kantor Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (27/1/2026).

Menurut Putri, kehadiran langsung pimpinan daerah dalam Musrenbang merupakan langkah strategis untuk mengawal aspirasi masyarakat, sekaligus memastikan seluruh usulan sejalan dengan visi besar pembangunan Kabupaten Garut ke depan. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah ingin hadir tidak hanya untuk mendengar, tetapi juga mengarahkan arah pembangunan secara terukur dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Musrenbang itu harus dihadiri oleh kepala daerah untuk mendengarkan dan mengawal aspirasi. Walaupun tidak semuanya terakomodir, kami juga menyuntikkan pemahaman tentang seperti apa pembangunan Garut ke depan,” ujar Putri Karlina.

Dalam kesempatan tersebut, Putri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila tidak semua usulan dapat diakomodir. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah memaksa pemerintah melakukan skala prioritas yang ketat, terutama dalam menghadapi tingginya kebutuhan pembangunan di berbagai sektor.

Salah satu usulan yang mendominasi Musrenbang adalah pembangunan infrastruktur serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Menanggapi hal ini, Putri memberikan edukasi terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi fiskal daerah dan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi Garut terlebih dahulu.

“Untuk membiayai kebutuhan sosial yang besar, kita harus membooster PDRB dulu. Kalau PDRB naik, maka PAD juga pasti naik. PDRB itu menunjukkan seberapa besar kemampuan masyarakat menghasilkan barang dan jasa,” jelasnya.

Putri menilai peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi kunci agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih luas dalam membiayai program sosial dan pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga menciptakan terobosan yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Ia berharap Musrenbang di dua kecamatan yang disebut sebagai “jantung Kabupaten Garut” ini dapat melahirkan inovasi program pembangunan, memperkuat kemandirian ekonomi wilayah, serta menciptakan pembangunan yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan hari ini, tetapi juga berorientasi jangka panjang.

Pos terkait