BRI Salurkan KPRS Rp16,16 Triliun Sepanjang 2025, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

BRI Salurkan KPRS Rp16,16 Triliun Sepanjang 2025, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sepanjang tahun 2025, BRI berhasil merealisasikan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118.000 debitur di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini menjadi bukti konsistensi BRI sebagai bank yang berfokus pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyaluran KPRS tersebut mencakup sejumlah skema pembiayaan perumahan subsidi. Porsi terbesar berasal dari KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan nilai mencapai Rp15,74 triliun. Selain itu, BRI juga menyalurkan KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp94,03 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp9,06 miliar.

Bacaan Lainnya

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan peran aktif dan berkelanjutan BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan rumah yang layak dan terjangkau.

“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai bank-nya rakyat, BRI memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dhanny dalam keterangan resmi, Rabu, 28 Januari 2026.

Seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian subsidi, BRI juga memperoleh peningkatan alokasi pembiayaan KPR FLPP secara bertahap. Pada Agustus 2025, alokasi FLPP meningkat dari 17.700 unit menjadi 25.000 unit, kemudian kembali bertambah menjadi 32.000 unit, dan pada Desember 2025 naik lagi menjadi 33.000 unit. Memasuki tahun 2026, BRI memperoleh kuota pembiayaan KPR FLPP sebesar 36.261 unit.

Peningkatan kuota tersebut mempertegas peran strategis BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, sekaligus memperluas ketersediaan hunian yang terjangkau dan layak bagi masyarakat. Penyaluran KPRS ini juga selaras dengan fokus BRI dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya pada aspek pengembangan infrastruktur dan pemerataan ekonomi.

Melalui pembiayaan perumahan, BRI tidak hanya membuka akses kepemilikan rumah bagi MBR, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang signifikan. Dampak ekonomi meluas hingga ke sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tukang, logistik, serta mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kawasan perumahan.

“Pembiayaan perumahan tidak hanya memberikan akses terhadap kepemilikan rumah, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi aktivitas ekonomi, termasuk mendorong sektor UMKM di sekitarnya,” kata Dhanny.

Pos terkait