Ciamis, Faktaindonesianews.com – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Penyerahan SK berlangsung khidmat di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (23/12/2025), dan diikuti ribuan pegawai yang telah lama menantikan kepastian status kepegawaian mereka.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis Ai Rusli Suargi dalam laporannya menjelaskan, pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini merupakan wujud komitmen Pemkab Ciamis dalam menuntaskan penataan pegawai non-ASN sesuai kebijakan pemerintah pusat.
“Tercatat sebanyak 3.554 PPPK Paruh Waktu yang ditetapkan, terdiri dari 954 guru, 487 tenaga kesehatan, dan 2.113 tenaga teknis,” ungkap Ai Rusli.
Ia menegaskan, proses tersebut dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para tenaga honorer yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik di Ciamis.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh penerima SK. Dengan nada bersahabat, ia bahkan memberi “izin khusus” penggunaan lapangan Stadion Galuh yang dikenal ketat aturannya.
“Biasanya tidak saya izinkan menginjak rumput ini tanpa sepatu bola. Tapi saking sayangnya kepada Bapak Ibu semua, hari ini saya izinkan,” ujar Herdiat disambut tepuk tangan peserta.
Herdiat mengakui, banyak pegawai yang telah menunggu belasan hingga puluhan tahun untuk memperoleh status ASN. Terkait status Paruh Waktu, ia menegaskan hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat yang harus dijalankan, tanpa mengurangi makna pengabdian.
“Yang paling utama bukan statusnya, tetapi pengabdian kepada masyarakat. Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan SK ini menambah motivasi kerja agar pelayanan semakin optimal,” tegasnya.
Bupati Herdiat juga memotivasi para ASN agar tampil percaya diri dan menjaga wibawa sebagai representasi pemerintah daerah. Melihat ribuan pegawai mengenakan seragam Korpri lengkap, ia mengajak seluruh PPPK untuk menjaga etos kerja dan profesionalisme.
“Kita tidak boleh kalah dari TNI dan Polri. Bapak Ibu semua harus lebih gagah, lebih bersemangat, dan lebih bertanggung jawab,” katanya.
Menutup amanatnya, Herdiat mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendukung kinerja ASN. Ia meminta para penerima SK mengelola kesejahteraan dengan bijak dan menjaga keharmonisan rumah tangga.
“Jadikan SK ini sebagai motivasi. Kelola keuangan rumah tangga secara terencana, terprogram, dan terukur. Jangan lupa, hormati pasangan Bapak Ibu,” pungkasnya.
