Deezer Siapkan Fitur Filter Musik AI, Pengguna Bisa Pilih Lagu dari Artis Manusia

Faktaindonesianews.com – Platform streaming musik Deezer menyiapkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menyaring lagu-lagu yang sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Fitur ini memberi pengguna kendali lebih besar atas musik yang muncul di hasil pencarian, beranda, dan rekomendasi playlist.

Melalui fitur filter anti lagu AI tersebut, Deezer ingin membantu pengguna menikmati musik sesuai preferensi mereka tanpa terganggu oleh lagu yang seluruh proses pembuatannya mengandalkan AI.

Bacaan Lainnya

Mengutip informasi dari komunitas resmi Deezer, sistem ini akan menyembunyikan lagu, album, dan artis yang terdeteksi sepenuhnya dihasilkan AI dari pencarian serta halaman rekomendasi pengguna. Dengan begitu, pengguna dapat lebih mudah menemukan karya musisi manusia.

Meski demikian, Deezer tidak akan menghapus seluruh musik yang menggunakan teknologi AI. Sistem ini secara khusus menyaring karya yang terdeteksi sepenuhnya dihasilkan oleh AI.

Pengguna Bebas Mengaktifkan atau Menonaktifkan Filter AI

Deezer memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk menentukan apakah mereka ingin menyaring musik buatan AI atau tetap melihatnya dalam aplikasi.

Pengguna yang ingin lebih banyak menikmati karya musisi manusia dapat mengaktifkan filter tersebut. Sebaliknya, mereka yang tertarik mengeksplorasi musik buatan AI bisa menonaktifkannya sehingga lagu-lagu yang sebelumnya tersaring dapat kembali muncul.

Kebijakan ini membuat fitur tersebut berfungsi sebagai pilihan personal, bukan larangan terhadap musik yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Deezer juga membedakan lagu yang sepenuhnya dibuat AI dengan musik yang melibatkan manusia dalam proses kreatifnya. Lagu yang diciptakan musisi dengan bantuan sejumlah perangkat AI masih berpotensi muncul di platform tersebut.

Pendekatan ini penting karena teknologi AI kini dapat membantu berbagai tahapan produksi musik, mulai dari penyusunan melodi hingga pengolahan suara. Penggunaan AI sebagai alat bantu tidak selalu berarti sebuah karya sepenuhnya dihasilkan oleh mesin.

Deezer Deteksi Puluhan Juta Lagu Buatan AI

Deezer telah mengembangkan sistem pendeteksi musik AI sejak tahun lalu. Sejak Januari 2025, perusahaan tersebut mengklaim telah mendeteksi dan mengecualikan lebih dari 42 juta lagu serta 14 juta album yang teridentifikasi dihasilkan AI dari rekomendasi aplikasinya.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya volume konten musik berbasis AI yang masuk ke layanan streaming digital.

Dalam keterangannya pada Juli, Deezer juga menyebut lebih dari 50 persen lagu yang diunggah ke platformnya merupakan musik yang dihasilkan AI. Perusahaan mencatat rata-rata sekitar 90 ribu lagu baru diunggah setiap hari.

Lonjakan konten tersebut menjadi tantangan bagi layanan streaming musik dalam menjaga kualitas rekomendasi sekaligus memastikan pengguna tetap menemukan karya yang sesuai dengan selera mereka.

Di sisi lain, sistem pendeteksian juga perlu membedakan musik yang sepenuhnya dihasilkan AI dengan karya yang melibatkan kreativitas dan kontribusi nyata dari manusia.

Filter Musik AI untuk Menekan Penyalahgunaan Monetisasi

Selain meningkatkan kenyamanan pengguna, penyaringan musik AI juga berkaitan dengan upaya Deezer mencegah penyalahgunaan sistem monetisasi.

Konten musik yang diproduksi secara massal menggunakan AI berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengejar pendapatan dari layanan streaming. Karena itu, perusahaan menilai pendeteksian dan pengelolaan konten AI menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem musik digital.

Melalui filter tersebut, Deezer berupaya memberikan pilihan yang lebih transparan kepada pendengar sekaligus memperkuat pengawasan terhadap konten yang masuk ke platform.

Namun, efektivitas kebijakan ini tetap bergantung pada kemampuan sistem dalam mengidentifikasi lagu buatan AI secara akurat. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa musik yang dibuat manusia dengan bantuan teknologi tidak ikut tersaring secara keliru.

Fitur Ditargetkan Hadir Sebelum Akhir Tahun

Deezer menargetkan fitur filter musik AI tersedia sebelum akhir 2026. Kehadirannya diharapkan memberi keleluasaan kepada pengguna dalam mengatur pengalaman mendengarkan musik sesuai preferensi masing-masing.

Jika berjalan sesuai rencana, fitur ini dapat menjadi salah satu pendekatan baru bagi platform streaming untuk menghadapi pertumbuhan musik berbasis AI tanpa sepenuhnya menutup akses terhadap teknologi tersebut.

Pada akhirnya, kebijakan Deezer memperlihatkan bahwa perkembangan AI di industri musik tidak hanya menyangkut kemudahan produksi, tetapi juga transparansi, kualitas rekomendasi, dan perlindungan ekosistem kreatif. Dengan memberikan pilihan kepada pengguna, Deezer berupaya menyeimbangkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan pendengar dan keberlangsungan karya para musisi manusia.

Pos terkait