Faktaindonesianews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan besar di sektor pertahanan. Dalam sebuah pengumuman resmi, Trump menyatakan pemerintah AS akan membangun kapal perang bersenjata berat kelas baru yang secara simbolik akan diberi nama sesuai dengan namanya, yakni kapal perang kelas Trump. Proyek ambisius ini diklaim akan menjadi tonggak kebangkitan kekuatan maritim Negeri Paman Sam.
Pada tahap awal, dua unit kapal kelas Trump akan dibangun, dengan peluang penambahan unit pada fase berikutnya. Trump menyebut kapal ini sebagai “salah satu kapal perang permukaan paling mematikan di dunia” sekaligus “kapal tempur terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.”
Pengumuman tersebut disampaikan Trump dari kediaman pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, Senin (22/12/2025). Ia didampingi sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, hingga Menteri Angkatan Laut John Phelan. Di lokasi acara, tampak pula gambar-gambar desain kapal berteknologi tinggi yang mencerminkan konsep futuristik armada baru tersebut.
Spesifikasi Fantastis dan Senjata Canggih
Trump mengungkapkan bahwa kapal perang kelas Trump akan memiliki bobot sekitar 30.000 hingga 40.000 ton, jauh lebih besar dibandingkan kapal perusak dan kapal penjelajah yang saat ini dioperasikan Angkatan Laut AS. Meski demikian, ukurannya masih sedikit lebih kecil dibandingkan kapal tempur legendaris kelas Iowa, yang dipensiunkan pada era 1990-an.
Dari sisi persenjataan, kapal ini akan dibekali rudal jarak jauh, meriam berat, serta sistem senjata generasi baru yang masih dalam tahap pengembangan. Trump menyebut secara khusus keberadaan senjata laser dan rudal hipersonik sebagai bagian dari sistem tempur kapal tersebut.
Tak hanya itu, Trump juga mengklaim kapal perang kelas Trump akan memiliki kemampuan membawa senjata nuklir, berupa rudal jelajah nuklir yang diluncurkan dari laut. Jika terealisasi, kemampuan ini akan menempatkan kapal kelas Trump sebagai elemen penting dalam strategi penangkalan strategis Amerika Serikat.
Penangkal Global, Bukan Sekadar China
Saat ditanya apakah pembangunan kapal ini dimaksudkan untuk menghadapi kekuatan militer China yang terus berkembang, Trump memilih bersikap diplomatis. Ia menolak menyebut negara tertentu sebagai sasaran utama.
“Ini adalah penangkal bagi semua pihak, bukan hanya China. Kami berhubungan baik dengan China,” ujar Trump singkat.
Namun, pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran serius di Washington terkait ketertinggalan Amerika Serikat dalam jumlah kapal perang dibandingkan China. Sebuah laporan kepada Kongres AS awal tahun ini menyoroti pesatnya pembangunan armada laut China, yang kini disebut sebagai yang terbesar di dunia dari sisi jumlah kapal.
Sejalan dengan Modernisasi Armada AS
Pengumuman kapal kelas Trump juga datang hanya beberapa hari setelah Angkatan Laut AS merilis rencana pengembangan kapal baru lainnya, yakni fregat kelas FF(X). Kapal tersebut dirancang untuk melengkapi kapal-kapal besar serbaguna dalam armada AS.
Fregat FF(X) akan mengadopsi desain yang telah digunakan galangan kapal HII dan saat ini dipakai oleh Penjaga Pantai AS. Target operasional fregat pertama kelas ini diproyeksikan mulai tahun 2028, sebagai bagian dari strategi jangka panjang modernisasi armada.
Ambisi Bangkitkan Industri Pembuatan Kapal
Lebih dari sekadar proyek militer, Trump menegaskan bahwa pembangunan kapal perang kelas Trump juga bertujuan menghidupkan kembali industri pembuatan kapal Amerika Serikat yang selama ini dinilai tertinggal.
“Kami akan memulihkan Amerika sebagai kekuatan besar dalam industri pembuatan kapal,” tegas Trump.
Ia menambahkan, Amerika Serikat harus memastikan armadanya tetap menjadi yang terkuat di dunia, bukan hanya saat ini, tetapi juga untuk jangka panjang, dengan kapal tempur sebagai ujung tombak kekuatan laut nasional.






