Faktaindonesianews.com – Dua jenazah perempuan yang diduga ibu dan anak ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area bekas gedung asrama polisi, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (25/2) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kedua korban ditemukan tanpa pakaian dan mengalami luka bakar yang menyebabkan kulit melepuh serta mengelupas.
Kasatreskrim Polres Jombang, Dimas Robin Alexander, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait penemuan dua mayat perempuan, satu dewasa dan satu anak-anak.
“Sekitar pukul 14.00 WIB kami mendapatkan laporan ada penemuan dua mayat. Pertama perempuan dewasa dan satu anak kecil perempuan. Saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk autopsi,” ujarnya di lokasi kejadian.
Berawal dari Kecurigaan Warga
Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah sepeda motor yang terparkir di lokasi selama dua hari berturut-turut. Setelah dicek lebih lanjut, warga menemukan dua jasad korban dan segera melaporkannya kepada perangkat desa, yang kemudian diteruskan ke kepolisian.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana, salah satunya botol berisi bahan bakar minyak (BBM).
“Kami menemukan beberapa barang bukti di TKP, salah satunya botol yang diduga berisi bahan bakar minyak,” kata Dimas.
Diduga Meninggal Lebih dari 24 Jam
Secara visual, kedua jenazah menunjukkan kerusakan fisik cukup serius akibat luka bakar. Namun, tanda-tanda luka lainnya belum dapat dipastikan karena sudah muncul lebam mayat.
“Ada bagian kulit yang terbakar dan mengelupas. Kami menduga korban sudah meninggal lebih dari 24 jam,” jelasnya.
Saat ini, kedua jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter forensik guna memastikan penyebab kematian serta memastikan apakah kasus ini merupakan tindak pidana pembunuhan.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter forensik untuk menyimpulkan penyebab pasti kematian korban,” tutup Dimas.
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban dan kronologi kejadian.
