Farhan Fokuskan Pengembangan Pariwisata Bandung pada Sektor MICE dan Wisata Edukasi

Farhan Fokuskan Pengembangan Pariwisata Bandung pada Sektor MICE dan Wisata Edukasi

Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan arah baru pengembangan pariwisata Kota Bandung yang akan difokuskan pada dua segmen utama, yakni Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) serta wisata edukasi.

Hal itu disampaikan Farhan dalam acara Malam Anugerah Pesona Pariwisata Kota Bandung 2025 yang digelar di Artotel Suites Aquila Hotel, Kamis (6/11/2025).

Bacaan Lainnya

Menurut Farhan, sektor MICE terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi lokal karena mampu menghidupkan berbagai bidang usaha secara bersamaan.

“Dalam dua minggu terakhir ini, hampir semua hotel di Bandung penuh karena event MICE. Inilah sektor yang menghidupkan kembali hotel-hotel legendaris kita, seperti Artotel Aquila ini,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, geliat kegiatan MICE tidak hanya berdampak pada sektor perhotelan, tetapi juga ikut menggerakkan restoran, transportasi, fesyen, hingga industri oleh-oleh.

“Begitu MICE jalan, semua hidup. Ini strategi yang sangat efektif untuk menggerakkan ekonomi kota,” tegasnya.

Selain MICE, Farhan juga menyoroti potensi besar wisata edukasi (education tourism) yang tumbuh dari kehadiran ribuan mahasiswa dari luar daerah. Berdasarkan data dari ITB, terdapat lebih dari 2.000 mahasiswa baru dari luar Jawa Barat yang datang ke Bandung setiap tahun.

“Setiap mahasiswa yang datang pasti diantar keluarganya. Ada yang datang sekeluarga, bahkan satu rombongan. Mereka menginap di hotel, belanja, kulineran, dan berwisata. Ini peluang ekonomi yang luar biasa besar,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah Kota Bandung berencana menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga bimbingan belajar guna menjadikan Bandung sebagai destinasi education tourism unggulan di Indonesia.

“Kita ingin ada Bimbel yang bisa promosi dengan tagline: ‘Bimbingan belajar kami, pasti diterima di kampus Bandung’,” kata Farhan bersemangat.

Sebagai langkah pendukung, Pemkot Bandung tengah menyiapkan inovasi sistem administrasi kependudukan yang memungkinkan mahasiswa luar kota memperoleh KTP Bandung dalam waktu 24 jam. Kebijakan ini diharapkan memperkuat rasa memiliki mahasiswa terhadap Kota Bandung.

“Ini strategi jangka panjang yang akan kita gaspol di tahun 2026. Bandung harus jadi kota pendidikan yang berdaya tarik wisata tinggi,” pungkasnya.

Pos terkait