Farhan Belajar dari Pengalaman BRT Medan
Optimisme Farhan terhadap BRT Bandung juga muncul setelah melihat penerapan sistem serupa di Kota Medan. Ia mengaku telah tiga kali datang ke Medan untuk melihat dan mencoba langsung layanan BRT di kota tersebut.
Menurutnya, pengalaman Medan menunjukkan bahwa pembangunan sistem transportasi baru memang dapat menimbulkan tantangan besar pada tahap awal. Namun, setelah infrastruktur selesai dan sistem berjalan, masyarakat dapat merasakan perubahan dalam hal kenyamanan perjalanan.
“Saya sudah tiga kali ke Kota Medan mencoba BRT-nya. Kelihatannya berhasil. Setelah jadi masyarakat lebih nyaman, walaupun saat pembangunannya memang sangat menantang,” ujar Farhan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembanding bagi Bandung. Farhan melihat terdapat sejumlah karakteristik yang membuat pengalaman Medan relevan untuk dipelajari, termasuk kondisi jalan, wilayah perkotaan, dan kepadatan masyarakat.
BRT Bandung Merupakan Proyek yang Harus Dibahas Bersama
Farhan menegaskan bahwa pembangunan BRT Bandung bukan semata-mata proyek yang dapat diputuskan oleh Pemerintah Kota Bandung. Program tersebut melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sehingga setiap persoalan perlu dibicarakan secara bersama.
Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk membahas berbagai persoalan teknis maupun aspirasi masyarakat.
“Kami sangat terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik. Tetapi ini proyek nasional, jadi Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Jawa Barat, dan Dinas Perhubungan Kota Bandung harus membahasnya bersama. Tidak mungkin saya membuat keputusan sendiri,” tegas Farhan.
Menurutnya, dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan sistem transportasi baru. Perubahan pola perjalanan membutuhkan proses adaptasi, baik dari pengguna kendaraan pribadi maupun masyarakat yang selama ini mengandalkan angkutan kota.
Karena itu, berbagai kritik terhadap pembangunan BRT diharapkan tidak berhenti pada penolakan, tetapi dapat menjadi masukan untuk menyempurnakan pelaksanaan proyek.






