Bekasi, Faktaindonsianews.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan Kabupaten Bekasi yang semakin maju dan sejahtera.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan ajakan tersebut dalam tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 pada 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan pagelaran wayang golek di Plaza Pemkab Bekasi.
Asep menegaskan, pemerintah daerah akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Namun, pemerintah tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan tanpa dukungan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, tetapi tentu pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” tegas Asep.
76 Tahun Kabupaten Bekasi Penuh Tantangan
Asep mengatakan perjalanan Kabupaten Bekasi selama 76 tahun telah melewati berbagai tantangan. Karena itu, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kita membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Mari kita terus bergotong royong, sambil mendukung dan bersama-sama membawa Kabupaten Bekasi ini menjadi daerah yang semakin maju dan semakin sejahtera,” ujarnya.
Ia mengibaratkan perjalanan pembangunan Kabupaten Bekasi seperti kisah dalam pewayangan yang penuh dengan tantangan, persoalan, dan ujian.
Menurut Asep, pemerintah dan masyarakat membutuhkan keberanian, kerja keras, serta keyakinan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah.
“Begitu juga dengan Kabupaten Bekasi. Selama 76 tahun, Kabupaten Bekasi sudah melewati perjalanan yang panjang, banyak tantangan yang kita hadapi, dan tentu masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Asep berharap peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus mampu memperkuat kebersamaan, partisipasi, dan optimisme masyarakat dalam membangun daerah.
Hari Jadi Jadi Momentum Kebersamaan
Asep juga mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, kemenangan dalam perlombaan bukan menjadi tujuan utama. Hal yang lebih penting ialah semangat masyarakat untuk berpartisipasi dan membangun kebersamaan.
“Bagi yang belum mendapat juara, jangan berkecil hati. Yang paling penting adalah semangat untuk ikut berpartisipasi, memeriahkan dan menikmati rangkaian kegiatan secara bersama-sama,” ungkapnya.
Semangat kebersamaan tersebut dinilai penting di tengah perkembangan Kabupaten Bekasi yang terus tumbuh sebagai salah satu kawasan industri dan pusat ekonomi.
Namun, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas dan budaya daerah.
Wayang Golek Jadi Simbol Pelestarian Budaya
Pagelaran wayang golek menjadi salah satu bagian penting dalam tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76. Selain memberikan hiburan bagi masyarakat, pertunjukan tersebut menjadi ruang untuk mempertahankan kesenian tradisional.
Asep mengatakan wayang golek memiliki nilai lebih dari sekadar tontonan. Cerita dan karakter dalam pewayangan menyimpan berbagai pesan kehidupan yang dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
“Wayang golek bukan sekadar tontonan. Di balik cerita dan tokoh-tokohnya, selalu ada pesan dan pelajaran yang bisa kita ambil,” tuturnya.
Ia bahkan menegaskan tradisi pagelaran wayang golek dalam tasyakuran hari jadi Kabupaten Bekasi harus terus dipertahankan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
“Ini tradisi, tidak boleh dihilangkan. Siapa pun pemimpinnya, kalau tasyakuran harus ada wayang golek,” tegas Asep.
Wayang Golek Jadi Media Pendidikan dan Moral
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bekasi Iman Nugraha mengatakan pagelaran wayang golek menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian tradisional.
Menurut Iman, pertunjukan tersebut juga menjadi upaya menghidupkan kembali aktivitas seni, budaya, dan kemasyarakatan di Kabupaten Bekasi.
Wayang golek tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Kesenian tersebut juga dapat menjadi media pendidikan, dakwah, dan penyampaian nilai moral, terutama kepada generasi muda.
Dalam acara tersebut, masyarakat menikmati pertunjukan bersama Ki Dalang Wawan Dede Amung Sutarya. Panitia juga menyediakan sejumlah hadiah melalui kegiatan doorprize untuk menambah kemeriahan acara.
Asep berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang berkumpul bersama keluarga sekaligus mengambil berbagai pesan positif dari pertunjukan.
“Semoga malam ini kita semua bisa terhibur dan tentunya pulang membawa kesan yang baik serta mengambil pesan-pesan positif dari pertunjukan yang kita saksikan,” pungkasnya.






