Ciamis, Faktaindonesianews.com – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis masa bakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung khidmat di kawasan bersejarah Astana Gede Kawali, Senin, 5 Januari 2026.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan yang sama, turut dilantik jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) untuk masa bakti 2025–2030.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Menurutnya, momentum ini harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda yang berkarakter, disiplin, berjiwa nasionalis, serta memiliki kepedulian sosial.
“Gerakan Pramuka harus terus relevan dengan dinamika zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Dasa Darma dan Tri Satya,” ujar Herdiat.
Setelah resmi menjabat sebagai Ketua Mabicab, Herdiat menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mendukung keberlangsungan dan penguatan Gerakan Pramuka. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat moral, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan, fasilitasi, dan sinergi program pembangunan daerah yang sejalan dengan pembinaan kepemudaan.
Menurutnya, Mabicab memiliki peran strategis sebagai pembimbing, pengarah, sekaligus pemberi dukungan kepada Kwarcab. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis, komunikatif, dan saling menguatkan antara Mabicab dan Kwarcab harus terus dijaga agar roda organisasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kepada pengurus Kwarcab yang baru dilantik, Bupati Herdiat menyampaikan harapan besar agar mampu bekerja secara profesional, bertanggung jawab, serta menghadirkan inovasi kegiatan kepramukaan yang berdampak luas bagi peserta didik dan masyarakat.
Ia juga mendorong Pramuka untuk mengambil peran nyata dalam menjawab tantangan sosial, mulai dari pembentukan karakter generasi muda, penguatan nilai kebangsaan, kepedulian lingkungan hidup, hingga kesiapsiagaan bencana.
