Histori Jembatan Cirahong

Historia Ciamis, Faktaindonesianews.com: – Jembatan Cirahong  adalah salah satu tempat bersejarah yang terletak di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya di Jawa Barat.

Jembatan Cirahong dibangun pada tahun 1893 untuk jalur penghubung kereta api kota Bandung dengan kota Yogyakarta.

Bacaan Lainnya

Jembatan Cirahong  juga diperkuat kembali pada tahun 1934. Hingga sekarang, jembatan tersebut masih kokoh berdiri.

Awalnya, jembatan ini dibangun oleh pemerintah colonial untuk menghubungkan Batavia dengan Priangan Tenggara.

Selain sebagai jalur kereta api utama, jembatan Cirahonh juga digunakan untuk mengangkut logistic dari Jawa ke Batavia dengan jarak yang singkat.

Menurut buku “Sejarah Ciamis”(2005), pembentukan jembatan Cirahong terkait dengan ekspor komoditas berharga.

Selain itu, jembatan ini sering dilewati oleh kereta militer pemerintah colonial.

Bahan konstruksi

Bahan konstruksinya berasal dari baja dengan rusuk pelat, dinding rangka atas dengan rusuk kontinue.

Jembatan Cirahong memiliki keunikan merupakan satu-satunya jembatan kereta api yang memiliki dua fungsi. Bagian atas berfungsi untuk lalu lintas kereta api.

Bagian bawah rel kereta api merupakan jembatan yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan yang menghubungkan daerah Ciamis dan Tasikmalaya lewat Manonjaya.
Konstruksi jembatan Cirahong dengan panjang 202 meter itu, juga sangat mengagumkan.

Dinding rangkanya mirip anyaman membentang perkasa di atas Sungai Citanduy. Jembatan Cirahong merupakan satu-satunya jembatan warisan Belanda di Kabupaten Ciamis, propinsi Jawa Barat.

Kekokohan konstruksi ini, terbukti dari gempa bumi yang mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat pada awal September 2009 pun tidak menggoyahkan jembatan Cirahong.

Pos terkait