Faktaindonesianews.com – Manchester United akan menghadapi West Ham United pada lanjutan pekan ke-26 Liga Inggris, sebuah laga penting yang berpotensi menegaskan kebangkitan Setan Merah di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick. Pertandingan ini akan berlangsung di London Stadium, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB, dengan kick off pukul 03.15 WIB.
MU datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Sejak ditangani Michael Carrick, performa Setan Merah menunjukkan grafik menanjak dengan empat kemenangan beruntun di berbagai laga krusial. Rangkaian hasil positif tersebut menjadi sinyal kuat perubahan atmosfer di ruang ganti MU.
Dalam periode tersebut, MU sukses menaklukkan sejumlah lawan berat. Setan Merah mengalahkan Manchester City 2-0 dalam duel sarat gengsi, lalu menumbangkan Arsenal 3-2. Momentum berlanjut saat MU menekuk Fulham 3-2, sebelum kembali tampil solid dengan kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur.
Pertandingan melawan West Ham menjadi peluang emas bagi MU untuk mencatatkan lima kemenangan beruntun, sesuatu yang akan semakin menegaskan era baru kebangkitan di bawah Carrick. Hasil positif juga berpotensi memperkuat posisi MU dalam persaingan papan atas klasemen.
Di atas kertas, peluang MU meraih tiga poin terbuka lebar. West Ham United tengah menjalani musim yang berat dan masih berkutat di zona degradasi. The Hammers saat ini menempati peringkat ke-18 klasemen Liga Inggris dengan 23 poin, hanya unggul dari Burnley dan Wolverhampton Wanderers yang menghuni dasar klasemen.
Kondisi tersebut membuat West Ham berada di bawah tekanan besar, sementara MU justru datang dengan tren performa yang stabil dan penuh kepercayaan diri. Situasi kontras ini menjadikan MU lebih diunggulkan dalam duel di London.
Selain menjaga momentum kemenangan, laga ini juga krusial bagi MU dalam persaingan empat besar. Saat ini, MU berada di peringkat keempat klasemen dan hanya terpaut tiga poin dari Aston Villa yang menempati posisi ketiga dengan 47 poin dari 25 pertandingan.
Kemenangan atas West Ham bukan hanya soal tren positif, tetapi juga langkah strategis MU untuk terus menempel papan atas dan menjaga asa bersaing di jalur Liga Champions.






