Bandung, Faktaindonesianews.com – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Bandung terus diperkuat melalui inovasi berbasis kewilayahan. Kecamatan Cicendo resmi meluncurkan program “Gasing” (Keluarga Siap Cegah Stunting) yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Angkasa Pura Indonesia, Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor RW 03 Kelurahan Husein Sastranegara, Jalan Abdul Rahman Saleh No. 34, dan menjadi momentum penting dalam penguatan sinergi pemerintah dan dunia usaha.
Program Gasing merupakan bentuk langkah konkret pemerintah kewilayahan bersama sektor swasta untuk menekan angka stunting, khususnya di wilayah Kecamatan Cicendo yang menargetkan diri sebagai kecamatan bebas stunting. Camat Cicendo, Siti Romlah, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting sejak dini.
“Gasing ini adalah Keluarga Siap Cegah Stunting. Inovasi ini sejalan dengan Gerakan Keluarga Tanggap Stunting yang dicanangkan pemerintah pusat. Hari ini kami menerima CSR sebesar Rp25 juta dari Angkasa Pura Indonesia,” ujar Siti Romlah.
Dana CSR tersebut dialokasikan untuk 27 balita sasaran stunting yang tersebar di enam kelurahan se-Kecamatan Cicendo. Khusus Kelurahan Husein Sastranegara, terdapat tujuh balita penerima manfaat. Para balita ini akan mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan selama 56 hari berturut-turut dengan menu bergizi seimbang serta pengawasan ketat dari tenaga kesehatan.
Pelaksanaan program ini mendapat pendampingan langsung dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, serta dukungan Puskesmas Pasir Kaliki dan Puskesmas Sukaraja. Tidak hanya itu, aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kecamatan dan kelurahan juga turut berkontribusi dengan memberikan PMT penyuluhan kepada 18 balita lainnya sebagai bagian dari edukasi gizi keluarga.
Siti Romlah mengungkapkan bahwa hasil validasi data terakhir menunjukkan tren penurunan stunting yang cukup menggembirakan. Sekitar 10 persen balita sasaran telah dinyatakan lulus stunting karena mengalami peningkatan tinggi badan dan perbaikan status gizi. “Dari total 113 sasaran, kami optimistis tahun ini bisa turun menjadi sekitar 93. Ini hasil kerja kolaboratif antara kecamatan, kelurahan, puskesmas, kader, dan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan stunting di Kecamatan Cicendo telah berjalan secara sirkuler melalui berbagai program pendukung seperti Dapur Dahsyat, Buruan Sae, dan Kang Pisman, yang melibatkan lintas OPD serta partisipasi aktif warga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Anhar Hadian, mengingatkan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius. Data survei tahun 2024 menunjukkan angka stunting Kota Bandung meningkat dari 16,3 persen menjadi 22,8 persen. “Ini tidak baik-baik saja dan harus kita akui agar semua pihak tergerak,” tegasnya.
Anhar juga mengapresiasi peran CSR Angkasa Pura Indonesia yang dinilai strategis, terutama di awal tahun saat pemerintah menghadapi masa transisi anggaran. “Kami berharap jumlah penerima bisa diperluas. Dengan inovasi Gasing, Kecamatan Cicendo berpotensi menjadi kecamatan pertama di Kota Bandung yang bebas stunting,” ujarnya.
Dari sisi dunia usaha, Business Support Department Head Bandara Husein Sastranegara, Haryo, menyampaikan bahwa bantuan CSR ini merupakan wujud kepedulian PT Angkasa Pura Indonesia terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting di wilayah sekitar bandara. Meski menghadapi tantangan pascapandemi, perusahaan tetap berkomitmen menjalankan program sosial secara berkelanjutan.






