LPE Jawa Barat Diproyeksi Tembus 6 Persen pada 2026, Pembangunan Infrastruktur Jadi Penggerak Utama

LPE Jawa Barat Diproyeksi Tembus 6 Persen pada 2026, Pembangunan Infrastruktur Jadi Penggerak Utama

Bandung, Faktaindonesianews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan optimisme tinggi terhadap capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jawa Barat pada tahun 2026. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen, seiring masifnya pembangunan yang akan berlangsung pada tahun depan.

Dalam kegiatan Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference bertema Optimalisasi Sektor Prioritas untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jabar, Senin (8/12/2025), Herman menegaskan bahwa tren ekonomi Jawa Barat berjalan positif dan berpotensi terus menanjak.

Bacaan Lainnya

“Saat ini LPE kita berada di atas rata-rata nasional, yakni 5,2 persen. Tahun depan kita optimis bisa mencapai 5,5 hingga 6 persen,” ungkap Herman.

Infrastruktur, Investasi, dan Produksi Jadi Kunci Pertumbuhan

Menurut Herman, geliat pertumbuhan itu didorong oleh tiga faktor utama: pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, dan penguatan aktivitas produksi industri. Ia menyebut manfaat pembangunan yang berlangsung pada 2024–2025 akan terasa secara signifikan mulai 2026, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Ia menegaskan, percepatan pembangunan hanya bisa berjalan jika seluruh elemen bergerak serempak.
“Dengan catatan soliditas di semua komponen dan strong leadership. Itu sudah tercermin dari Pak Gubernur KDM yang terus mendorong percepatan pembangunan di Jabar, ” ujarnya.

Realisasi Pendapatan Daerah Meningkat

Herman juga melaporkan bahwa realisasi pendapatan Provinsi Jawa Barat pada 2025 sudah mencapai 85–90 persen dari target. Ia optimistis hingga akhir tahun realisasinya dapat tembus lebih dari 95 persen. Realisasi belanja daerah pun menunjukkan tren positif.

“Surplus perdagangan luar negeri Jawa Barat juga masih kuat, terlihat dari nilai ekspor yang tinggi,” tambahnya.

Ekspor Jawa Barat Tumbuh Stabil

Data BPS Jawa Barat mencatat bahwa nilai ekspor pada Oktober 2025 mencapai USD 3,36 miliar, naik 2,69 persen dibanding September. Secara kumulatif, ekspor Januari–Oktober 2025 tumbuh 2,31 persen dibanding periode yang sama 2024.

Struktur ekspor Jabar sepanjang tahun masih didominasi sektor industri dengan kontribusi 98,69 persen. Sektor migas menyumbang 0,72 persen, dan pertanian 0,58 persen.

Tiga komoditas ekspor terbesar yaitu:

  • Kendaraan dan bagiannya senilai USD 7,04 miliar

  • Mesin dan perlengkapan elektrik senilai USD 5,19 miliar

  • Mesin dan peralatan mekanis senilai USD 2,67 miliar

Negara tujuan utama ekspor yaitu Amerika Serikat (USD 5,29 miliar), Filipina (USD 2,94 miliar), dan Jepang (USD 2,38 miliar).

Impor Ikut Meningkat di Oktober 2025

Jawa Barat juga mencatat kenaikan impor secara month to month pada Oktober 2025 sebesar 4,13 persen, dari USD 0,92 miliar pada September menjadi USD 0,96 miliar. Sepanjang 2025, impor didominasi oleh:

  • Bahan baku/penolong 80,97 persen

  • Barang modal 10,75 persen

  • Barang konsumsi 8,28 persen

Sementara komoditas impor terbesar meliputi mesin dan perlengkapan elektrik, mesin mekanis, serta plastik dan produk plastik. Negara asal impor terbesar berasal dari Tiongkok (USD 3,35 miliar), disusul Jepang dan Korea Selatan.

Pos terkait