Operator SPBU Cipinang Diduga Dianiaya Oknum Aparat, CCTV dan Visum Jadi Bukti Polisi

Operator SPBU Cipinang Diduga Dianiaya Oknum Aparat, CCTV dan Visum Jadi Bukti Polisi

Faktaindonesianews.com, Jakarta – Kasus dugaan penganiayaan terhadap operator SPBU terjadi di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (22/2) malam. Seorang pekerja muda bernama Lukman Hakim (19) mengaku dipukul dan diancam pembunuhan saat menjalankan tugas sif malam di SPBU 3413901.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB dan disebut berlangsung hampir satu jam. Lukman menuturkan, ia sempat dikejar hingga ke area mess setelah menerima pukulan berulang kali dari seorang pria yang diduga oknum aparat.

Bacaan Lainnya

“Saya dipukul bolak-balik. Saya lari ke belakang, ke arah mess. Dia kejar sambil bilang, ‘Lari lu, mau ke mana lu, mau mati sekarang lu?’,” ujar Lukman saat ditemui di Jakarta Timur, Senin (23/2).

Bermula dari Barcode BBM Subsidi

Lukman menjelaskan, kejadian bermula ketika sebuah mobil datang untuk mengisi BBM subsidi. Sesuai prosedur dari Pertamina, setiap kendaraan wajib menunjukkan barcode subsidi sebelum pengisian.

Namun, barcode yang ditunjukkan tidak sesuai dengan jenis kendaraan. Mobil yang datang disebut menyerupai Toyota Alphard, sementara dalam sistem barcode tercatat sebagai Kijang.

“Walaupun pelatnya sama, tapi kalau barcode beda, kita tidak boleh isi. Itu sudah SOP,” tegas Lukman.

Karena antrean kendaraan mulai mengular, ia meminta kepastian barcode tersebut. Diduga tak terima ditegur, pria itu langsung marah dan menantang para petugas.

Tiga Pegawai Jadi Korban

Situasi memanas saat Lukman memanggil rekan kerjanya, Ahmad Khoirul Anam, untuk memastikan kebijakan pengisian. Pelaku disebut mendorong Anam hingga kepalanya terbentur mobil. Seorang perempuan yang berada di dalam kendaraan sempat terdengar mencoba meredakan situasi.

Tak berhenti di situ, staf lain bernama Abud Mahmudin juga menjadi korban tamparan ketika berusaha menenangkan keadaan. Lukman sendiri mengaku kembali dipukul saat sedang menghitung uang setoran.

Tercatat ada tiga korban dalam insiden tersebut:

  • Ahmad Khoirul Anam, mengalami tamparan di pipi.

  • Lukman Hakim, dipukul di bagian rahang kanan.

  • Abud Mahmudin, dipukul di bawah mata dan pipi hingga menyebabkan giginya copot.

Lukman akhirnya menyelamatkan diri ke Polsek Pulogadung. Saat polisi kembali ke lokasi bersama dirinya, terduga pelaku sudah meninggalkan tempat.

CCTV dan Propam Turun Tangan

Rekaman CCTV di area SPBU telah diperiksa oleh pihak kepolisian, termasuk dari Polda Metro Jaya, dan dijadikan barang bukti. Lukman menyebut polisi menyarankan dirinya membuat laporan resmi setelah melihat rekaman tersebut.

Pemilik SPBU 3413901, Ernesta, memastikan pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Para korban juga sudah menjalani visum untuk memperkuat proses hukum.

Selain aparat kepolisian, unsur Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya turut mendatangi lokasi karena adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut.

Harapan Proses Hukum Transparan

Kasus ini memicu perhatian publik karena melibatkan dugaan penyalahgunaan kewenangan terhadap pekerja yang menjalankan tugas sesuai prosedur. Para korban berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional agar memberikan rasa aman bagi pekerja SPBU.

Pos terkait