Pemkot Bandung Gandeng PT Pindad Atasi Surplus 40 Truk Sampah per Hari

Pemkot Bandung Gandeng PT Pindad Atasi Surplus 40 Truk Sampah per Hari

BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggandeng PT Pindad untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah surplus sekitar 40 truk sampah setiap hari yang belum terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan, setiap hari Bandung menghasilkan sekitar 180 ritase sampah, namun hanya 140 ritase yang berhasil diangkut ke TPA. Sisanya, setara 40 truk, masih menumpuk.

Bacaan Lainnya

“Kami menargetkan akhir tahun ini surplus 40 ritase itu sudah habis terolah. Politik anggaran kami sudah jelas, sebagian besar diarahkan untuk penanganan sampah,” kata Farhan saat bertemu manajemen PT Pindad, Kamis (14/8/2025).

Farhan menilai teknologi insinerator milik Pindad, seperti yang digunakan di Kecamatan Bandung Kulon, cukup efektif. Ia berharap Pindad dapat mengembangkan mesin pengolah sampah organik, mengingat 60 persen sampah Bandung adalah organik.

Selain itu, Farhan mengusulkan pembuatan kendaraan pengangkut sampah berukuran kompak untuk menjangkau jalan-jalan sempit, menggantikan triseda yang dinilai tidak tahan lama.“Kalau ada compactor sampah seukuran kendaraan Maung, itu akan jauh lebih sustainable,” ujarnya.

Farhan menegaskan, Pemkot tidak akan membangun fasilitas waste-to-energy skala besar karena keterbatasan lahan dan risiko lingkungan. Fokus saat ini adalah solusi terdistribusi yang ramah lingkungan dan cepat diterapkan.
“Target kami, Januari 2027 Bandung bebas dari tumpukan sampah di pagi hari,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menyambut positif rencana ini. Menurutnya, Pindad sudah mengembangkan konsep pengelolaan sampah skala RW yang mengubah sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair bernilai jual.

“Kami sudah membantu beberapa RW dengan reaktor kompos. Model ini efektif karena sampah organik langsung diolah di sumbernya,” kata Sigit.

Ia menambahkan, Pindad siap memproduksi pencacah, pengaduk, dan reaktor pupuk organik untuk mendukung konsep tersebut.

Kerja sama ini, lanjutnya, sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menetapkan Bandung sebagai salah satu dari 34 kota prioritas penanganan sampah di Indonesia.

Pos terkait