Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung resmi meluncurkan kampanye bertajuk “Ayo Kurangi Gula, Garam, dan Lemak (GGL), agar Hidup Sehat, Kuat, dan Pintar” di SDI Al Azhar 36 Bandung, Jalan Palasari, Senin (2/3/2026). Program ini menjadi langkah konkret Pemkot dalam mendorong pola hidup sehat, terutama bagi anak usia sekolah dasar.
Peluncuran kampanye dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, didampingi Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, serta jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan perwakilan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).
Bagian dari Jejaring Global
Kampanye ini bukan sekadar program lokal. Bandung menjalankannya sebagai bagian dari jejaring internasional Partnership for Healthy Cities, yang mendorong kota-kota di dunia memperkuat kebijakan kesehatan publik, khususnya dalam pencegahan penyakit tidak menular.
Farhan menegaskan, siswa sekolah menjadi target utama karena usia dini merupakan fase paling strategis untuk membentuk kebiasaan sehat. Ia ingin edukasi tentang pola makan seimbang tidak berhenti pada teori, tetapi menjadi praktik sehari-hari.
“Kita ingin pendidikan pola makan sehat dimulai sejak dini. Kalau kesadaran itu sudah tumbuh dari SD, maka dampaknya akan terasa puluhan tahun ke depan,” ujarnya.
Menurut Farhan, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, hingga penyakit jantung. Ia menekankan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dan hemat biaya dibanding pengobatan ketika penyakit sudah muncul.
Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut kampanye pengurangan GGL sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang hasilnya tidak instan, tetapi sangat menentukan masa depan generasi mendatang.
“Apa yang dilakukan hari ini akan berdampak 20–30 tahun ke depan,” katanya.
Asep juga mengajak para orang tua untuk terlibat aktif. Ia menilai perubahan pola makan anak tidak akan optimal tanpa dukungan keluarga di rumah. Karena itu, sosialisasi akan diperluas agar menyasar tidak hanya siswa, tetapi juga orang tua.
Lima Sekolah Jadi Tahap Awal
Pada tahap awal, kampanye ini diterapkan di lima sekolah dasar, yakni SD 37 Sabang, SDI Al Azhar 36, SD Islam Terpadu Al-Irsyad, SD 23 Pajajaran, dan SD As-Syifa Bandung. Programnya meliputi edukasi pola makan sehat, pengawasan kantin sekolah, serta pembiasaan memilih makanan dengan kandungan gizi seimbang.
Dengan pendekatan terintegrasi antara sekolah, pemerintah, dan keluarga, Pemkot Bandung berharap gerakan ini mampu membentuk generasi yang lebih sadar kesehatan sejak dini.






