Pemkot Bandung Salurkan Bantuan Rp2,03 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Farhan: Ini Amanah Warga

BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2.032.736.809 untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dana tersebut berasal dari kepedulian masyarakat Kota Bandung yang dihimpun melalui Baznas Kota Bandung dan selanjutnya disalurkan oleh Baznas Republik Indonesia.

Serah terima bantuan berlangsung di Balai Kota Bandung, Senin, 31 Agustus 2026. Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kepada Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.

Bacaan Lainnya

Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang ikut terlibat dalam penggalangan dana tersebut. Menurutnya, bantuan itu mencerminkan kepedulian warga Bandung terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

“Ini amanah untuk diserahterimakan berupa bantuan bagi korban gempa di NTT dari warga Kota Bandung melalui Baznas Kota Bandung langsung diberikan kepada Baznas RI,” ujar Farhan.

Farhan Dorong Gerakan Zakat, Infak, dan Sedekah

Farhan menyadari nilai bantuan yang terkumpul belum tentu mampu menutup seluruh kebutuhan masyarakat terdampak gempa. Namun, ia menilai nilai terpenting dari bantuan tersebut terletak pada semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan masyarakat Kota Bandung.

Ia berharap gerakan tersebut dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang memiliki mekanisme penyaluran bantuan secara terkoordinasi.

“Memang jumlahnya dibandingkan dengan bencananya tidak seberapa, tapi mudah-mudahan ini memicu gelombang zakat, infak dan sedekah dari warga Kota Bandung untuk membantu saudara-saudara kita di NTT melalui Baznas,” katanya.

Menurut Farhan, kepedulian terhadap korban bencana tidak seharusnya berhenti setelah proses serah terima bantuan selesai. Ia justru berharap kolaborasi yang sudah terbentuk dapat terus berjalan dalam berbagai persoalan kemanusiaan.

Bank bjb Turut Berikan Dukungan

Dalam penggalangan dana tersebut, Bank bjb turut memberikan kontribusi melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Farhan menilai keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap persoalan kemanusiaan. Pemerintah, lembaga zakat, perusahaan, sekolah, dan masyarakat dapat saling melengkapi dalam membantu warga yang terdampak bencana.

Ia berharap kolaborasi antara Pemkot Bandung, Baznas Kota Bandung, Baznas RI, Bank bjb, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat.

“Semoga apa yang kita lakukan sekarang ini memberikan berkah dan manfaat,” kata Farhan.

Baznas RI Sudah Bergerak Sejak Awal Bencana

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Bandung karena memilih jalur kelembagaan Baznas dalam menyalurkan bantuan.

Menurut Sodik, mekanisme tersebut memungkinkan bantuan dikelola dan didistribusikan secara lebih terkoordinasi sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

“Terima kasih, Pak Wali Kota, luar biasa. Pertama telah menggalang kepedulian kita untuk saudara-saudara kita di NTT. Dan luar biasa kedua, Bapak betul-betul memerankan Baznas,” ujar Sodik.

Sodik menjelaskan, Baznas RI telah mengirimkan tim ke wilayah terdampak sejak fase awal bencana. Bantuan tanggap darurat mencakup kebutuhan dasar masyarakat, seperti tenda, makanan, sembako, layanan kesehatan, dan air bersih.

Baznas juga memberikan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak yang terdampak bencana.

Setelah memasuki tahap pemulihan, Baznas RI menyiapkan sejumlah program lanjutan. Bantuan tersebut mencakup perbaikan fasilitas umum, dukungan untuk sekolah, penyediaan perlengkapan pendidikan, beasiswa, serta program kesehatan.

“Pascabencana yang akan kami lakukan adalah infrastruktur, bantuan-bantuan untuk sekolah sampai beasiswanya, dan yang ketiga adalah kesehatan,” katanya.

Dana Rp2,03 Miliar Dihimpun dari Berbagai Unsur

Ketua Baznas Kota Bandung Momon Ahmad Imron Sutisna menjelaskan, dana kemanusiaan tersebut terkumpul setelah Wali Kota Bandung menerbitkan surat edaran sebagai tindak lanjut dari surat edaran Ketua Baznas RI mengenai penggalangan bantuan bagi korban bencana NTT.

Hingga Minggu malam, 30 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2.032.736.809.

“Alhamdulillah, sampai kemarin pukul 20.00 WIB terhimpun untuk dana kemanusiaan ini sebesar Rp2.032.736.809,” ujar Momon.

Dana tersebut berasal dari berbagai pihak. Kontribusi terbesar datang dari CSR Bank bjb sebesar Rp1 miliar.

Selain itu, penghimpunan dana juga melibatkan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bandung, perusahaan, masyarakat, serta lingkungan sekolah.

Momon memastikan dana tersebut diserahkan melalui mekanisme Baznas untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Insyaallah hari ini akan kita serahkan, akan kita setorkan melalui Baznas Kota Bandung untuk didistribusikan ke korban di NTT,” katanya.

Bandung Didorong Jadi Contoh Gerakan Kemanusiaan

Sodik Mudjahid menilai Kota Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Menurutnya, potensi tersebut muncul karena adanya dukungan pemerintah daerah serta kepedulian masyarakat yang cukup kuat terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

Bantuan untuk korban gempa NTT menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga zakat dapat menghasilkan dukungan yang signifikan bagi masyarakat di daerah lain yang sedang menghadapi bencana.

Ia berharap semangat tersebut terus berkembang sehingga zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan pemulihan pascabencana.

Pos terkait