Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan kesiapan penuh untuk membantu penanganan bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan kepedulian antardaerah terhadap warga yang terdampak bencana alam tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat guna memastikan kebutuhan paling mendesak bagi para korban longsor dapat segera terpenuhi. Fokus utama koordinasi diarahkan pada pemenuhan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
“Kami masih berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan, terutama bantuan logistik bagi para korban longsor,” ujar Farhan, Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan hasil asesmen sementara tim SAR bersama aparat desa setempat, peristiwa longsor yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 12.30 WIB berdampak pada 113 jiwa dari 34 kepala keluarga. Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kampung Pasirkuning RT 01 RW 11, Desa Pasirlangu.
Dari total warga terdampak, 23 orang dilaporkan selamat, 8 orang meninggal dunia, sementara 82 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang berat serta faktor cuaca.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandung akan mengirimkan berbagai bentuk bantuan untuk mendukung penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat), Dinas Sosial (Dinsos), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung.
Selain bantuan logistik dan teknis, Farhan juga mengajak para relawan untuk turut berpartisipasi dalam proses penanganan bencana, baik dalam kegiatan evakuasi, distribusi bantuan, maupun pendampingan psikososial bagi korban dan keluarga terdampak.
“Kami mengajak seluruh elemen untuk bergotong royong, mengulurkan tangan, dan mengirimkan bantuan yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang terdampak longsor,” kata Farhan.
Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas sosial menjadi kunci penting dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana alam. Menurutnya, dukungan lintas daerah dan partisipasi masyarakat akan sangat membantu meringankan beban para korban.
Atas peristiwa tersebut, Farhan juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan.
“Saya atas nama Pemerintah Kota Bandung turut berduka cita atas bencana alam yang menimpa Kabupaten Bandung Barat. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” tuturnya.
