Bandung, Faktaindonesianews.com – Perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terhadap wilayah rawan bencana kembali ditunjukkan melalui langkah nyata di Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik. Sejumlah titik yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga mendapat atensi serius langsung dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, yang turun memantau dan memberikan instruksi penanganan pada Rabu, 7 Januari 2026.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari aparatur kewilayahan. Lurah Cisaranten Bina Harapan, Hendra Rohendra, menyampaikan bahwa Wali Kota Bandung secara langsung menginstruksikan penanganan di beberapa lokasi prioritas yang selama ini dikeluhkan warga.
Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah gorong-gorong berukuran besar di kawasan permukiman. Struktur tersebut dinilai mengkhawatirkan karena berada di jalur lalu lintas warga dan berpotensi menyebabkan amblesnya jalan lingkungan jika tidak segera ditangani.
“Pak Wali sangat serius menangani titik-titik rawan bencana. Salah satunya gorong-gorong besar yang kondisinya cukup mengkhawatirkan karena berada di jalur lalu lintas warga,” kata Hendra.
Selain potensi amblesan jalan, Pemkot Bandung juga menyoroti kawasan di belakang SD Lokadaya yang kerap mengalami banjir saat hujan deras. Selama ini, genangan air di lokasi tersebut terjadi akibat belum tersedianya saluran drainase yang memadai. Bahkan, saat intensitas hujan tinggi, ketinggian air dilaporkan bisa mencapai hampir setengah betis orang dewasa.
Hendra menjelaskan, persoalan tersebut akan segera ditangani melalui pembangunan saluran air yang terarah dan berfungsi optimal.
“Insyaallah akan langsung dibuatkan drainase. Nantinya air akan dialirkan dengan baik supaya tidak terjadi banjir lagi di lokasi tersebut,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada banjir dan infrastruktur jalan, Pemkot Bandung juga memberikan perhatian terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan. Terdapat tiga titik yang masuk dalam fokus penanganan, salah satunya adalah Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang kondisinya dinilai cukup memprihatinkan.
TPS tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap dan gembok, sehingga menimbulkan persoalan keamanan serta kenyamanan warga sekitar. Menanggapi hal itu, Pemkot Bandung berencana melakukan perbaikan menyeluruh.
“TPS akan diperbaiki, mulai dari kanopi hingga pengamanan. Bahkan direncanakan pemasangan CCTV agar lebih aman dan sampah tidak terkena air hujan sehingga tidak menimbulkan bau ke masyarakat,” ujar Hendra.
Sementara itu, persoalan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga langsung mendapat respons cepat. Sekitar 20 titik PJU di RW 10 dan RW 1 yang sebelumnya mati kini telah kembali menyala setelah Wali Kota Bandung menginstruksikan langsung kepada Dinas Perhubungan.
“Alhamdulillah tadi siang sudah langsung menyala. Ini tentu sangat membantu keamanan dan kenyamanan warga,” ungkap Hendra.
Langkah cepat dan responsif ini menunjukkan komitmen Pemkot Bandung dalam memastikan lingkungan permukiman warga tetap aman, nyaman, dan layak huni.
