FaktaIndonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat penataan kabel udara untuk menciptakan jaringan utilitas yang lebih tertib sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Hingga Selasa, 6 Oktober 2026, sebanyak 63 ruas jalan telah ditangani dari total target 85 ruas jalan.
Salah satu lokasi terbaru berada di Jalan Astanaanyar, dengan penataan kabel yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung bersama dukungan PT Bandung Infra Investama (BII).
Jalan Astanaanyar Jadi Ruas ke-63
Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana, mengatakan Astanaanyar menjadi ruas jalan ke-63 yang masuk dalam rangkaian program penataan kabel udara.
Penataan di kawasan tersebut membentang dari Jalan Sudirman hingga Taman Tegalega dengan panjang hampir dua kilometer.
“Jadi hari ini kita ruas jalan ke-63 di Astanaanyar, dari Sudirman sampai dengan Taman Tegalega. Kurang lebih hampir dua kilometer,” kata Indra di Jalan Astanaanyar, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Indra, petugas masih menemukan sejumlah kabel lama yang menggantung di udara. Kabel tersebut antara lain berupa kabel tembaga, kabel koaksial, hingga sling yang berada di luar jaringan.
Kabel Lama Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan
Keberadaan kabel dan komponen jaringan lama menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Apalagi, beberapa komponen memiliki bobot cukup berat dan dapat jatuh jika tidak lagi memiliki penyangga yang kuat.
Indra mengatakan sebagian kabel yang masih berada di atas merupakan jaringan lama yang terpasang sejak beberapa tahun lalu. Ia juga mengingatkan keberadaan sling di luar jaringan dapat menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
“Yang di atas ini sebenarnya banyak kabel lama, seperti tahun 2015 dan sling-nya di luar. Ini bahaya banget. Dulu pernah kejadian ada yang meninggal gara-gara sling ini masih di atas,” ujarnya.
Selain kabel, petugas menemukan aksesori jaringan koaksial dengan bobot lebih dari 10 kilogram. Jika komponen tersebut terlepas dan jatuh ke jalan, pengguna kendaraan maupun pejalan kaki dapat menjadi pihak yang paling berisiko.
Ducting Sudah Disiapkan Sebelum Kabel Diturunkan
Pemkot Bandung tidak langsung memotong kabel udara tanpa menyiapkan infrastruktur pengganti. Sebelum proses penataan berlangsung, pemerintah telah menyiapkan ducting di ruas Astanaanyar.
Menurut Indra, pembangunan ducting tersebut telah selesai sekitar tiga bulan sebelumnya. Dengan begitu, operator tinggal memindahkan jaringan dari kabel udara menuju jaringan bawah tanah.
“Jadi sebelum pemotongan ini, tiga bulan ke belakang ducting-nya sudah selesai. Tinggal operator yang menarik kabel backbone-nya dulu, baru nanti ke pelanggan,” jelasnya.
Namun, proses pemindahan membutuhkan koordinasi yang matang karena tidak semua kabel hanya melayani pelanggan di sekitar lokasi.
Backbone Harus Dipastikan Aman Sebelum Dipotong
Indra menjelaskan, sejumlah jaringan yang melintas di Astanaanyar berfungsi sebagai backbone, yakni jaringan utama yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Ia mencontohkan jaringan yang berasal dari Astanaanyar dan terhubung langsung dengan wilayah Cimahi. Karena itu, operator harus memastikan jaringan pengganti sudah aktif sebelum petugas memotong kabel udara.
“Kalau belum selesai dampaknya lumayan. Mudah-mudahan operator sudah menyambung, terutama backbone ke POP-nya, sehingga tidak ada gangguan yang bertambah,” katanya.
Langkah tersebut menjadi penting agar program penataan kabel tidak justru menimbulkan gangguan layanan internet dan telekomunikasi bagi masyarakat.
Pelanggan Rumah Tangga Jadi Perhatian
Diskominfo Kota Bandung juga mengantisipasi kemungkinan gangguan layanan selama proses pemindahan jaringan berlangsung.
Indra menyebut pelanggan rumah tangga atau pelanggan residensial biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan pemulihan layanan dibandingkan pelanggan korporasi.
“Kalau masyarakat pasti banyak, terutama pelanggan residensial atau perumahan,” ujarnya.
Sementara itu, pelanggan korporasi umumnya memiliki skema jaringan cadangan yang dapat digunakan ketika terjadi gangguan. Beberapa operator juga menyediakan modem sementara agar pelanggan tetap bisa mengakses internet selama proses pemulihan.
Target 85 Ruas Jalan, Tersisa Sekitar 20 Ruas
Program penataan kabel udara menjadi bagian dari target Pemkot Bandung untuk menangani 85 ruas jalan. Dengan capaian 63 ruas hingga 6 Oktober 2026, masih terdapat sekitar 20 ruas jalan yang harus diselesaikan.
“Total kita rencana 85 ruas jalan. Mungkin sekitar 20 ruas jalan lagi. Bulan ini ada 13 ruas jalan,” kata Indra.
Untuk tahap saat ini, proses penurunan kabel dijadwalkan berlangsung hingga 13 Oktober 2026. Setelah jeda sekitar dua pekan, kegiatan pemotongan dan penataan kabel akan kembali dilanjutkan pada 27 Oktober 2026.
Penataan Kabel untuk Bandung yang Lebih Aman dan Tertib
Percepatan penataan kabel udara menunjukkan upaya Pemkot Bandung membenahi infrastruktur utilitas kota secara bertahap. Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki tampilan kawasan perkotaan, tetapi juga mengurangi potensi bahaya kabel dan komponen jaringan yang menggantung di udara.






