Polda Jabar Gelar Bakti Kesehatan untuk Korban Longsor Pasirlangu, Wujud Humanisme Polri di Tengah Bencana

Polda Jabar Gelar Bakti Kesehatan untuk Korban Longsor Pasirlangu, Wujud Humanisme Polri di Tengah Bencana

Bandung, Faktaindonesianews.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat kembali menunjukkan wajah humanis Polri dalam melayani masyarakat yang tertimpa musibah. Menyusul bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Polda Jabar menggelar kegiatan bakti kesehatan sebagai bagian dari misi kemanusiaan untuk membantu pemulihan kondisi warga di tengah situasi darurat.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri di lokasi bencana tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan fisik dan psikologis. Dalam pelaksanaannya, Polda Jabar menerjunkan tim medis profesional yang bergerak langsung ke titik-titik pengungsian serta lokasi yang mudah dijangkau warga terdampak.

Bacaan Lainnya

Pelayanan kesehatan ini diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia), yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan daya tahan tubuh pascabencana. Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan untuk keluhan dan penyakit ringan, serta pembagian vitamin guna menjaga dan meningkatkan imunitas warga di tengah keterbatasan fasilitas.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 30 Januari 2026, menjelaskan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Ia menegaskan bahwa peran polisi di lokasi bencana tidak semata-mata menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memikul tanggung jawab sosial untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau meskipun berada dalam situasi darurat.

Menurutnya, intervensi medis secara cepat sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit ikutan yang kerap menyerang pengungsi, seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, hingga penurunan kondisi fisik akibat kelelahan dan stres.

“Akses layanan kesehatan yang memadai merupakan hak dasar korban bencana. Ini harus segera dipenuhi agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius,” ungkapnya.

Kehadiran tim medis dari Polri diharapkan mampu memberikan rasa aman dan ketenangan psikologis bagi warga terdampak, sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai penting agar warga tetap memiliki semangat dalam menjalani masa pemulihan.

Ke depan, Polda Jabar berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, serta instansi terkait lainnya guna mendukung pemulihan menyeluruh di wilayah Desa Pasirlangu. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pos terkait