Faktaindonesianews.com, Bandung – Bagi banyak anak di Kota Bandung, sekolah bukan sekadar ruang belajar. Sekolah adalah tempat berbagi cerita, bertemu teman, dan merajut cita-cita. Namun, bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, keberlanjutan pendidikan kerap bergantung pada hal sederhana seperti seragam, sepatu, dan alat tulis.
Melalui visi Bandung Utama yang digagas Wali Kota Muhammad Farhan, Pemerintah Kota Bandung menghadirkan Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) sebagai jaring pengaman agar anak-anak tidak putus sekolah hanya karena persoalan biaya dasar.
Nataly El Marco, siswa kelas 6 SD Kemala Bhayangkara, merasakan langsung manfaat program ini. Ia mengaku bahagia bisa terus bersekolah. Bantuan yang diterimanya ia gunakan untuk membeli sepatu, seragam, dasi, ikat pinggang, hingga topi. Baginya, perlengkapan itu bukan sekadar barang, tetapi simbol semangat baru untuk mengejar mimpi menjadi pemain bola.
Hal serupa dirasakan Krisna Ananda Putra. Ia menggunakan bantuan untuk membeli seragam, sepatu, topi, dan alat tulis. Krisna bahkan sudah punya mimpi besar menjadi gamer dan melakukan siaran langsung di platform digital. Sementara Gilang Adriansyah dan Al Jenafat Odelayapi juga merasakan ketenangan dan kebahagiaan saat berada di sekolah, tempat mereka bisa bersosialisasi dan menimba ilmu.
Data Dinas Pendidikan Kota Bandung tahun 2025 menunjukkan RMP menjangkau 22.924 siswa SD dan SMP. Sebanyak 8.379 siswa SD menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp12 miliar. Sementara 14.545 siswa SMP menerima manfaat dengan total anggaran lebih dari Rp26 miliar. Secara keseluruhan, lebih dari Rp38 miliar dialokasikan untuk memastikan anak-anak tetap bersekolah.
Tak hanya bantuan biaya, Pemkot Bandung juga membangun dan merehabilitasi ruang kelas serta toilet sekolah sepanjang 2025. Langkah ini memastikan anak-anak belajar di lingkungan yang aman, sehat, dan layak.
Program RMP bukan sekadar angka dalam laporan anggaran. Ia adalah bukti nyata keberpihakan pada masa depan generasi muda. Ketika negara hadir menjaga kebutuhan dasar pendidikan, ribuan anak tetap bisa melangkah ke sekolah dan mempertahankan mimpinya.
