BOGOR, Faktaindonesianews.com – Upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bogor. Kali ini, giliran Puskesmas Tenjo yang meluncurkan inovasi bertajuk PESTA SIAP ASIK atau Pelayanan Skrining Kesehatan Usia Produktif pada Anak Sekolah dan Instansi Tempat Kerja.
Program ini menjadi strategi jemput bola dalam mendeteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus di kalangan usia produktif.
Kepala Puskesmas Tenjo, Hendrayati Ipango, menyebutkan bahwa selama ini cakupan deteksi dini PTM masih rendah, terutama di kelompok pelajar, guru, aparatur sipil negara (ASN), dan pekerja swasta.
Mereka kerap merasa sehat dan enggan memeriksakan diri, padahal risiko PTM mengintai akibat pola hidup yang tidak seimbang.
“Inovasi ini kami buat karena banyak masyarakat usia produktif yang merasa sehat tapi sebenarnya rentan. Mereka tidak sempat ke puskesmas, jadi kami yang datang ke mereka — ke sekolah, ke kantor,” ungkap Hendrayati, Senin (28/7/2025).
Dalam pelaksanaannya, program PESTA SIAP ASIK melakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, dan gula darah sewaktu.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan edukasi gaya hidup sehat dan penyuluhan mengenai risiko serta pencegahan PTM secara menyeluruh.
Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah desa, dan Kecamatan Tenjo. Bahkan, Puskesmas membentuk Tim Inovasi Kecamatan sebagai langkah konkret agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa deteksi dini itu penting. Jangan tunggu sakit dulu baru ke puskesmas,” imbuhnya.
Menariknya, seluruh data hasil skrining dicatat dan dilaporkan secara digital menggunakan aplikasi SIPTM dan ASIK, yang langsung terintegrasi ke sistem Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.
Pendekatan ini mendukung upaya pemerintah mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta memperkuat kebijakan promotif dan preventif nasional.
Hendrayati menegaskan, program ini bukan sekadar inisiatif sesaat, tetapi akan dijalankan secara berkelanjutan dengan monitoring dan evaluasi rutin.Harapannya, kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat dan kasus PTM bisa ditekan sejak dini.
“Kami terus menyempurnakan pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat. Kesehatan adalah hak semua orang, dan kami siap memastikan itu,” tutupnya.






