Berita Faktaindonesianews.com, Pacet, Kab Bandung – Sungai dan anak sungai di Wilayah Satgas Citarum Harum Sektor -2 Kabupaten Bandung, melalui Subsektor-2 Desa Resmi tinggal secara rutin melaksanakan patroli dan pembersihan dianak sungai citarum yang bertujuan untuk mengantisipasi adanya penyumbatan di aliran sungai serta mencegah terjadinya erosi tanah dan mencegah terjadinya longsor di bantaran sungai citarum, selain membersihkan sungai secara berkala anggota satgas citarum harum melaksanakan penanaman bibit pohon keras yang bertujuan untuk meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan masyarakat yang ada di wilayah pantauan satgas citarum harum.
Dansektor-2 bersama anggota Satgas Citarum Harum, terus menginstruksikan agar masyarakat bersama-sama untuk mau berpartisipasi membersihkan aliran sungai dan anak sungai, selain itu agar menjaga pula tanaman yang sudah ditanam di lahan kritis yang berada di Petak-59,60 dan petak 62 Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, dengan cara membersihkan aliran sungai maka penyumbatan dan indikasi banjir bakal segera bisa diatasi, dan dengan menanam pohon keras seperti pohon Kalindri, pohon salam dan pohon alpukat, penanaman pohon tersebut selain upaya pemanfaatan lahan kritis atau lahan tidak produktif menjadi produktif kembali juga sebagai upaya memelihara ekosistem di sepanjang bantaran sungai Citarum yang menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak, dengan harapan adanya keseimbangan alam antara ekosistem sungai itu sendiri dengan ekosistem yang ada didarat (Bantaran sungai).
“Dansektor-2 bersama anggota Satgasnya, melaksanakan pembersihan sungai dan anak sungai citarum merupakan tugas pokok dari satgas citarum harum dengan demikian kelancaran aliran sungai dapat terjaga dengan baik, ditambah dengan adanya penanaman pohon keras dan pohon berbuah, yang merupakan hasil dari pembibitan dan penyemaian yang dilakukan oleh anggota Satgas Citarum Harum masing-masing Subsektor yang bekerjasama dengan dinas terkait”. ujarnya.
Sesaat sebelum pembersihan sungai terlebih dahulu para Dansub mengecek anak sungai mana yang perlu dibersihkan kemudian berkoordinasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat kemudian bekerja sama melaksanakan pembersihan sungai dan anak sungai yang dipandang perlu dan emergency, selain pembersihan sungai anggota Satgas citarum harum juga melaksanakan penanaman pohon dilahan kritis dan bantaran sungai dengan pohon tanaman keras yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan penyiraman dengan menggunakan pupuk formula BIOS-44 DC, yang telah difermentasi supaya tanah yang akan ditanami menjadi subur serta diharapkan pohon yang akan ditanam berkembang dengan maksimal.
Di tempat terpisah, Dansubsektor-2 Desa Resmi tinggal, Serka Maman Suherman mengatakan, bahwa pembersihan sungai dan anak sungai merupakan kegiatan rutin setiap hari yang dilakukan oleh anggota satgas citarum harum, serta disela-sela pembersihan sungai dilakukan juga penanaman pohon secara berkelanjutkan serta pemeliharaan yang benar dengan cara penjangeran terhadap pohon-pohon tersebut, ini semua merupakan kegiatan rutin yang dilakukan anggota Satgas Citarum Harum Sektor-2, semuanya itu atas Arahan dan Petunjuk dari Dansektor-2, Kegiatan pengarahan tersebut dilakukan disela-sela kegiatan pokok yaitu pembersihan sungai yang ada di Wilayah pemantauan Sektor-2 Satgas Citarum Harum.
Menurut Dansubsektor-2, kegiatan pembersihan sungai dan anak sungai serta budidaya pohon pohon keras seperti pohon Kalindri, pohon salam dan alpukat ini merupakan usaha pemanfaatan lahan yang tidak produktif menjadi lahan menjadi produktif kembali, sekaligus sebagai sarana mengedukasi warga masyarakat sekitar untuk memanfaatkan lahan dengan sebaik mungkin, sehingga mampu menambah nilai ekonomis, paling tidak untuk pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga contohnya buah jenis alpukat, untuk konsumsi rumah tangga sehingga tidak perlu mengeluarkan uang kembali.
Selain itu juga dalam rangka mensosialisasikan pupuk formula Bios 44 DC. Sektor -2 Satgas Citarum Harum akan terus melakukan pembersihan sungai dan anak sungai dan penanaman pohon keras atau pohon buah lainnya yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat selama masih adanya lahan-lahan yang tidak produktif atau kritis dengan memanfaatkan inovasi pupuk Formula BIOS-44 DC,” pungkasnya.
(Purwadhi)






