Satpol PP Bandung Tertibkan Bangli dan PKL di Babakan Tarogong, Atasi Banjir dan Kemacetan

Satpol PP Bandung Tertibkan Bangli dan PKL di Babakan Tarogong, Atasi Banjir dan Kemacetan

Faktaindonesianews.com, BANDUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menertibkan bangunan liar (bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Babakan Tarogong, RW 03, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kamis (9/4/2025). Penertiban ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam merespons keluhan warga terkait banjir dan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Bandung, Yayan Ruyandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Siskamling Siaga Bencana yang diinisiasi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Bacaan Lainnya

“Permasalahan utama di lokasi ini adalah PKL yang menempati saluran drainase. Saluran ditutup untuk berjualan sehingga mengganggu aliran air dan memicu banjir serta menyulitkan pembersihan,” ujar Yayan.

Drainase Tersumbat, Banjir Tak Terhindarkan

Keberadaan PKL di atas saluran air menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di wilayah tersebut. Penutupan drainase menghambat aliran air, terutama saat hujan deras, sehingga genangan kerap terjadi dan meresahkan warga.

Tak hanya itu, aktivitas perdagangan di trotoar juga mempersempit badan jalan. Jalan Babakan Tarogong yang seharusnya menjadi jalur dua arah menjadi tersendat karena digunakan untuk berjualan. Pejalan kaki pun terpaksa turun ke jalan, sementara aktivitas pembeli memperparah kemacetan.

Penertiban Sesuai SOP dan Libatkan Banyak Instansi

Sebelum penertiban dilakukan, Satpol PP telah menjalankan prosedur sesuai standar operasional (SOP), mulai dari pemberian surat peringatan bertahap hingga rapat koordinasi lintas instansi. Kegiatan ini melibatkan unsur kewilayahan, TNI, dan Polri untuk memastikan proses berjalan tertib dan aman.

“Alhamdulillah, penertiban hari ini berjalan aman dan lancar sesuai rencana,” kata Yayan.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 10 bangunan PKL dan 2 lapak pedagang rongsokan dibongkar. Setelah itu, dilakukan normalisasi saluran air dengan membuka kembali drainase yang sebelumnya tertutup.

Normalisasi dan Kolaborasi Perangkat Daerah

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) turut melakukan pengerukan guna mencegah pendangkalan aliran. Sementara itu, pemangkasan pohon di area permukiman dilakukan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai armada dan peralatan pendukung. Tercatat sekitar 10 armada dikerahkan, mulai dari alat berat, truk pengangkut, hingga kendaraan operasional dari berbagai dinas.

“Sebanyak 1 alat berat dan truk dari DSDABM, 2 truk dari DPKP, 2 truk dari DLH, 2 truk dari kami Satpol PP, dan 2–3 triseda dari kewilayahan,” jelasnya.

Pos terkait