Setahun Kepemimpinan Farhan, Infrastruktur Kota Bandung Melaju Pesat dan Makin Merata

Setahun Kepemimpinan Farhan, Infrastruktur Kota Bandung Melaju Pesat dan Makin Merata

Bandung, Faktaindonesianews.com – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menghadirkan percepatan pembangunan infrastruktur yang terukur dan menyentuh banyak sektor. Melalui visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis), khususnya pada pilar Maju, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memfokuskan penguatan infrastruktur dasar sebagai fondasi kota yang nyaman, aman, dan kompetitif.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, berbagai program strategis dijalankan. Mulai dari penerangan jalan, perbaikan ruas jalan, revitalisasi taman, pembangunan flyover, penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu), hingga penurunan kabel udara yang selama ini mengganggu estetika dan keselamatan.

Bacaan Lainnya

Bandung Kian Terang dengan Ribuan Titik Penerangan

Melalui program Bandung Caang Utama, Dinas Perhubungan membangun 501 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan total 4.106 titik Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) sepanjang 2025. Pembangunan ini menjangkau jalan utama, kawasan padat penduduk, hingga gang sempit yang sebelumnya minim cahaya.

Sebanyak 88 tiang dengan 742 titik PJL berasal dari usulan reses DPRD, sementara 413 tiang dengan 3.364 titik merupakan hasil Musrenbang. Inovasi lain hadir lewat program Penerangan Jalan Gang (PJG) di delapan lokasi percontohan dengan total 120 tiang untuk gang selebar di bawah dua meter. Sistem pemeliharaan 24 jam juga diterapkan agar seluruh titik tetap berfungsi optimal.

Kemantapan Jalan Mendekati 90 Persen

Di sektor jalan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) memperbaiki 29,52 kilometer jalan pada 2025 dengan 266 ruas masuk daftar penanganan. Sejumlah ruas prioritas seperti Jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Batu Nunggal, Pahlawan, dan Cemara telah rampung diperbaiki.

Capaian kemantapan jalan kini mendekati 90 persen, menandakan kualitas infrastruktur semakin mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Selain itu, rehabilitasi drainase mencapai 14.657 meter dan pembangunan baru 1.606 meter hingga Oktober 2025. Total drainase yang beroperasi optimal kini mencapai 282.349 meter, difokuskan pada wilayah rawan genangan.

Ruang Publik Lebih Ramah dan Produktif

Empat kawasan besar direvitalisasi sepanjang 2025, yakni Taman Lansia, Alun-alun Kota Bandung, Hutan Kota Babakan Siliwangi, serta kawasan bawah Jembatan Pasupati.

Di Taman Lansia, jogging track diperbaiki dan handrail ditambahkan demi keamanan lansia. Alun-alun diperbarui dengan jalur disabilitas, pagar baru, dan pembenahan drainase. Babakan Siliwangi mendapat peningkatan fasilitas seperti gerbang, penerangan, hingga perbaikan forest walk. Sementara bawah Jembatan Pasupati kini menjadi zona olahraga dengan lapangan futsal, basket, dan trek sepeda anak.

Flyover Nurtanio dan Penataan Kabel Udara

Proyek strategis lain adalah Flyover Nurtanio yang telah beroperasi sejak Desember 2025. Proyek senilai sekitar Rp62 miliar ini digarap bersama Kementerian PU RI dan mitra terkait. Kehadirannya mempersingkat waktu tempuh, mengurai kemacetan, dan meningkatkan efisiensi perjalanan kereta api.

Penataan kabel udara juga dilakukan di 47 lokasi sepanjang ±23,5 kilometer hingga Januari 2026. Di Jalan Buah Batu saja, 14 ton kabel berhasil diturunkan, meningkatkan keselamatan dan memperindah wajah kota.

2.100 Unit Rutilahu dan Target RTH

Di sektor permukiman, 1.785 unit Rutilahu selesai diperbaiki hingga Desember 2025. Dengan dukungan pusat dan CSR, total mencapai sekitar 2.100 unit, masing-masing menerima bantuan Rp25 juta. Program ini tersebar di 25 kecamatan dan akan terus berlanjut hingga target 9.000 unit pada 2029.

Sementara itu, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung kini mencapai 12,56 persen atau sekitar 2.101,81 hektare. Pemkot terus mendorong peningkatan menuju target 30 persen sesuai amanat regulasi.

Pos terkait