Siskamling Siaga Bencana ke-85 di Kebon Gedang Jadi Ruang Evaluasi, Muhammad Farhan Soroti Rendahnya Partisipasi Warga

Siskamling Siaga Bencana ke-85 di Kebon Gedang Jadi Ruang Evaluasi, Muhammad Farhan Soroti Rendahnya Partisipasi Warga

Faktaindonesianews.com, Bandung – Kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-85 di Kelurahan Kebon Gedang, Kota Bandung, tidak sekadar menjadi agenda rutin kewilayahan. Forum ini berubah menjadi ruang dialog terbuka antara warga dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengevaluasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selama ini berjalan di tingkat RW.

Dalam pertemuan tersebut, isu rendahnya partisipasi warga mencuat sebagai sorotan utama. Ketua RW 06 secara terbuka menyampaikan keluhan bahwa keterlibatan masyarakat di wilayahnya masih minim. Bahkan, hingga saat ini belum ada satu pun warga yang bersedia menjadi petugas Gaslah.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan perlu pendalaman lebih lanjut.

“Di sini kita memang sedang fokus melihat permasalahan. Tadi ada Ketua RW 06 yang mengeluhkan partisipasi dan pemberdayaan warga kurang. Bahkan tidak ada yang mau jadi petugas Gaslah,” ujarnya saat menghadiri kegiatan di Kebon Gedang, Jumat (27/2/2026).

Farhan memastikan, Pemkot Bandung akan melakukan pendekatan bersama anggota DPRD untuk mencari akar persoalan. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa program pemerintah kurang menarik atau belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan warga.

“Kita ingin melakukan pendekatan bersama anggota DPRD untuk melihat ada apa. Jangan-jangan program pemerintah kurang menarik bagi masyarakat. RW 06 akan kita dalami lebih dalam,” katanya.

Selain partisipasi warga, forum ini juga membahas pelaksanaan Program Prakarsa yang berbasis pendataan hingga level RW. Pendataan dilakukan secara berkala untuk memastikan perubahan kondisi sosial dan ekonomi warga dapat segera diperbarui.

“Tiga bulan lagi kita akan melakukan pendataan ulang,” ujar Farhan.

Ia menegaskan, pembaruan data menjadi kunci dalam memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran. Kondisi warga, menurutnya, bisa berubah dalam waktu singkat sehingga data harus selalu akurat dan terkini.

Dalam forum itu juga terungkap capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di wilayah Kebon Gedang. Dari total 1.534 warga RW 08 berdasarkan data 2025, sebanyak 619 orang telah terdaftar sebagai peserta, dengan tingkat keaktifan mencapai 78,45 persen.

“Alhamdulillah tidak rendah, tapi target kita 80 persen,” kata Farhan.

Ia mengaitkan tingginya keaktifan kepesertaan dengan penguatan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bandung. Semakin tinggi angka keaktifan, semakin kuat pula jaminan bahwa seluruh warga mendapat akses layanan kesehatan.

“Semakin tinggi keaktifan, semakin tinggi juga UHC. Artinya siapa pun di Kota Bandung tidak boleh tidak mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.

Tak hanya itu, isu sanitasi lingkungan turut menjadi perhatian. Hasil pendataan menunjukkan masih ada dua rumah yang belum memiliki septic tank. Pemkot Bandung memastikan akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui program intervensi yang tersedia.

Melalui Siskamling Siaga Bencana, Pemkot Bandung ingin menjadikan forum kewilayahan sebagai instrumen evaluasi kebijakan yang konkret. Aspirasi warga, termasuk kritik terhadap rendahnya partisipasi, dipandang sebagai masukan penting untuk meningkatkan efektivitas program di tingkat RW.

Pos terkait