SMPN 3 Padaherang Kembalikan Material Tak Sesuai Spesifikasi, Komitmen Wujudkan Bangunan Sekolah Kokoh dan Standar Nasional

SMPN 3 Padaherang Kembalikan Material Tak Sesuai Spesifikasi, Komitmen Wujudkan Bangunan Sekolah Kokoh dan Standar Nasional

PANGANDARAN, Faktaindonesianews.com — Dalam pelaksanaan Program Revitalisasi Bangunan Sekolah tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), pihak SMPN 3 Padaherang menunjukkan komitmen tinggi terhadap kualitas dengan mengembalikan sejumlah material bangunan yang tidak sesuai spesifikasi kepada pihak penyedia. Langkah tegas tersebut diambil demi memastikan hasil pembangunan yang kokoh, kuat, dan sesuai standar nasional pendidikan.

Kepala SMPN 3 Padaherang, Apendi, menjelaskan bahwa sekolahnya memperoleh lima menu pembangunan dalam program revitalisasi, yaitu ruang administrasi, WC administrasi, laboratorium komputer, toilet siswa, dan ruang perpustakaan. Total anggaran mencapai Rp 1,2 miliar, dengan sistem pengerjaan swakelola, di mana panitia pelaksana berasal dari guru dan komite sekolah, sementara pembelian material dilakukan oleh pihak penyedia.

Bacaan Lainnya

“Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 89,80 persen sesuai kurva S. Kami optimistis seluruh pekerjaan bisa rampung dan final pada 28 November 2025, sesuai target,” ujar Apendi saat mendampingi Komisi IV DPRD Pangandaran yang melakukan inspeksi lapangan, Selasa (11/11/2025).

Ia menyebutkan bahwa sejumlah kendala sempat muncul di awal, seperti cuaca hujan dan keterlambatan bahan bangunan, namun saat ini seluruh hambatan sudah teratasi. “Sekarang hanya tinggal pemasangan kusen aluminium dan tahap finishing. Kami juga berharap proyek ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMPN 3 Padaherang,” katanya.

Apendi menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi material yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Beberapa bahan yang dikembalikan di antaranya pasir hitam berbeda spesifikasi, semen tidak sesuai mutu, Holo terlalu tipis, genteng metal tanpa garansi pabrik, lampu merek Rico padahal harus Philips, toren air bukan merek Penguin, hingga toilet dan besi non-SNI. “Semua material yang tidak sesuai langsung kami kembalikan kepada penyedia,” tegasnya.

Selain masalah spesifikasi, kendala lain datang dari cuaca musim hujan, kesulitan pengadaan lewat sistem SiPLah, hingga kelangkaan material di lapangan. Meski demikian, Apendi memastikan progres proyek tetap aman di angka 89,90 persen. “Tinggal pemasangan kusen dan elektrikal. Semua bahan sudah tersedia, jadi tidak ada hambatan berarti,” tambahnya.

Sementara itu, Habib, selaku Pengawas Pelaksana Pembangunan, menuturkan bahwa proyek revitalisasi SMPN 3 Padaherang masih berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan prototipe dari Kemendiknas. Ia optimistis pekerjaan akan selesai tepat waktu. “Dengan progres hampir 90 persen, yang tersisa tinggal tahap akhir seperti pengecatan dan finishing elektrikal. Semua berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.

Habib juga menegaskan, jika terdapat potensi keterlambatan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan fasilitator dari kementerian. “Menurut juknis, pelaporan keterlambatan diperbolehkan selama ada justifikasi teknis yang jelas. Namun, kami optimis seluruh target bisa tercapai sebelum batas waktu,” pungkasnya.

Pos terkait