BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mencatat terjadi penurunan signifikan volume sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Sementara Sarimukti selama Ramadan 2025. Total sampah yang ditangani mencapai 38.270 ton, turun sekitar 18,54 persen dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya yang mencapai 46.977 ton.
Dalam laporan resmi yang dirilis Senin (7/4), disebutkan jumlah ritasi aktual selama Ramadan sebanyak 8.139 rit, sedangkan ritasi konversi 12 M³ mencapai 6.789 rit. Mayoritas kontribusi sampah berasal dari Kota Bandung, dengan 5.118 ritasi aktual dan 4.589 ritasi konversi (67,59 persen), serta volume sampah mencapai 25.876 ton.
Kota Cimahi menyumbang 861 ritasi aktual dan 525 ritasi konversi, dengan total tonase 2.967 ton. Kabupaten Bandung mencatat 1.229 ritasi aktual dan 1.117 ritasi konversi (16,45 persen), dengan total sampah 6.302 ton. Sementara itu, Kabupaten Bandung Barat menyumbang 931 ritasi aktual dan 557 ritasi konversi (8,21 persen), dengan volume 3.133 ton.
Penurunan volume sampah tahun ini menjadi catatan penting mengingat Ramadan biasanya menjadi periode lonjakan limbah rumah tangga dan konsumsi. DLH Jabar belum menjelaskan secara rinci faktor yang menyebabkan penurunan, namun beberapa pengamat lingkungan menduga kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah mulai membaik, serta ada peningkatan dalam upaya daur ulang dan pengurangan limbah di sumbernya.
TPPAS Regional Sementara Sarimukti sendiri masih menjadi pusat penampungan utama sampah dari empat wilayah aglomerasi Bandung Raya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengawasi ritasi dan volume masuk ke lokasi ini demi menjaga efektivitas dan kapasitas tempat pengolahan.
