BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan harapan besar kepada Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang baru, Prof. Didi Sukyadi, agar menjadi mitra aktif Pemerintah Kota Bandung dalam membenahi dan mengembangkan dunia pendidikan swasta.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri pelantikan Rektor UPI periode 2025–2030 di Kampus UPI Bandung, Senin, 16 Juni 2025.
“Kami berharap Rektor UPI yang baru bisa menjadi mitra kami untuk menangani dan mengembangkan dunia pendidikan, terutama pendidikan swasta,” ujar Farhan.
Menurutnya, pendidikan swasta punya ruang lebih luas untuk improvisasi, berbeda dengan sekolah negeri yang mengikuti regulasi dari pemerintah pusat. Karena itu, Farhan berharap UPI dapat memberikan inovasi dan panduan praktis dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah.
“Improvisasi dari UPI ini yang kami harapkan bisa jadi panduan utama bagi pengelolaan sekolah swasta di Bandung,” tambahnya.
Kerja sama antara Pemkot Bandung dan UPI sendiri telah berlangsung, salah satunya dalam bentuk kajian subsidi sekolah swasta. Farhan menyebut kajian tersebut sudah selesai dan telah mulai diimplementasikan sejak Maret 2025, sebagai tindak lanjut dari keputusan Mahkamah Konstitusi.
“Sekarang kita fokus dulu ke SPMB. Saya bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan meninjau langsung beberapa sekolah. Hasilnya nanti akan kami umumkan,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi menyampaikan arah pembangunan UPI lima tahun ke depan, yaitu memperkuat sektor infrastruktur, riset, dan pengabdian masyarakat. Ia menargetkan UPI menjadi kampus rujukan pendidikan di Asia pada tahun 2030.
“UPI akan melakukan transformasi kelembagaan. Kami ingin mengubah paradigma pembelajaran menjadi universitas berbasis riset, kewirausahaan, dan keberlanjutan,” kata Didi.
Ia juga menyoroti pentingnya menutup kesenjangan antara standar pendidikan nasional dan capaian aktual UPI selama ini. Transformasi ini diharapkan mampu membawa universitas tersebut naik kelas di tingkat global.






