Zulhas Ungkap Alasan PAN Setia Dukung Prabowo Selama 15 Tahun

Faktaindonesianews.com – Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan mengungkap alasan partainya tetap konsisten mendukung Prabowo Subianto selama tiga pemilihan presiden terakhir. Menurutnya, loyalitas tersebut dibangun atas dasar kesamaan visi perjuangan dan komitmen politik yang telah dijaga selama bertahun-tahun.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I dan pelantikan pengurus DPW PAN Jawa Timur serta DPD PAN se-Jatim periode 2025-2030 di Surabaya, Minggu (10/5/2026).

Bacaan Lainnya

PAN Akui Pernah Alami Tekanan Politik

Dalam sambutannya, Zulhas mengakui dukungan PAN kepada Prabowo bukan tanpa risiko. Ia menyebut banyak kader PAN di daerah harus menghadapi tekanan politik hingga persoalan hukum usai mendukung Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019.

“Kenapa PAN tiga kali dukung Pak Prabowo? Kalah. Bupati-bupati kami, gubernur kami masuk penjara. Kalau enggak masuk penjara pindah partai. Partai kami dari nomor lima turun ke nomor tujuh, tapi kami konsisten,” kata Zulhas.

Meski sempat mengalami kekalahan dalam dua pilpres sebelumnya, PAN tetap memilih berada di barisan pendukung Prabowo hingga akhirnya memenangkan Pilpres 2024.

Menurut Zulhas, perjuangan bersama Partai Gerindra telah melalui proses panjang dan penuh tantangan politik.

“Perjuangan kami dengan Gerindra jatuh bangun luar biasa,” ujarnya.

Loyalitas Jadi Modal Utama PAN

Zulhas menegaskan, kepercayaan publik menjadi modal utama PAN dalam berpolitik. Karena itu, ia menilai partainya tidak boleh bersikap tidak konsisten hanya demi kepentingan kekuasaan sesaat.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas antara ucapan dan tindakan agar partai tetap dipercaya masyarakat.

“Karena modal Partai Amanat Nasional adalah kepercayaan dan loyalitas. Kita tidak bisa ngomong A pekerjaan B,” katanya.

Menurutnya, PAN memilih mempertahankan prinsip kesetiaan politik dibanding harus berubah arah demi keuntungan jangka pendek.

Zulhas Sebut Banyak Belajar dari Prabowo

Selain faktor loyalitas, Zulhas mengungkapkan adanya kesamaan visi antara PAN dan Prabowo selama lebih dari satu dekade bekerja sama dalam koalisi politik.

Ia juga mengaku banyak belajar mengenai kepemimpinan dari Ketua Umum Gerindra tersebut, terutama soal pentingnya memilih sumber daya manusia yang tepat.

Zulhas menjelaskan, Prabowo pernah membagi tipe pemimpin menjadi beberapa kategori, mulai dari “good leader”, “great leader”, hingga “brilliant leader”.

Menurut Zulhas, pemimpin terbaik adalah sosok yang mampu memilih orang-orang berkualitas untuk mengisi posisi penting.

“Pemimpin yang bisa memilih SDM pengurus-pengurus yang tangguh,” ujar Zulhas menirukan pandangan Prabowo.

Ia meyakini keberhasilan strategi dan kekuatan logistik dalam politik akan mengikuti apabila seorang pemimpin mampu membangun tim yang solid dan berkualitas.

PAN Targetkan Masuk Tiga Besar

Di akhir arahannya, Zulhas meminta seluruh kader dan pengurus PAN di Jawa Timur bekerja lebih keras demi membawa PAN masuk jajaran tiga besar partai politik nasional.

Ia optimistis PAN mampu bersaing dengan partai-partai besar lainnya seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golongan Karya, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

“Kalau teman partai lain bisa, InsyaAllah kita bisa,” tuturnya.

Pos terkait