Faktaindonesianews.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik tiga pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) pada pekan depan. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat pembenahan lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program gizi nasional.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan penundaan pelantikan hingga pekan depan dilakukan agar para pimpinan baru memiliki waktu untuk fokus melakukan konsolidasi internal dan perbaikan organisasi sejak hari pertama mereka bertugas.
“Kami agendakan di minggu depan, karena kami berpikir beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di BGN. Kalau secara administratif dan hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan BGN semenjak Keputusan Presiden ditetapkan,” ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Nanik Dipercaya Pimpin BGN
Dalam susunan kepemimpinan baru tersebut, Presiden Prabowo menunjuk Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Penunjukan itu dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan organisasi dan tantangan yang dihadapi BGN ke depan.
Prasetyo menjelaskan, salah satu alasan utama pemilihan Nanik adalah pengalaman dan pemahamannya terhadap sistem kerja di lingkungan BGN. Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sehingga dinilai memahami berbagai program, mekanisme kerja, hingga tantangan yang dihadapi lembaga tersebut.
Menurut Prasetyo, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat proses perbaikan dan menjaga kesinambungan program yang sedang berjalan.
“Beliau dianggap memahami seluruh proses dan kegiatan yang ada di BGN sehingga proses adaptasi dapat berjalan lebih cepat,” katanya.
Dinilai Disiplin dan Fokus pada Kualitas
Selain faktor pengalaman, pemerintah juga menilai Nanik memiliki rekam jejak yang kuat dalam aspek pengawasan dan manajemen organisasi. Selama menjalankan tugasnya di BGN, ia dikenal konsisten dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) serta menjaga kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Prasetyo menegaskan bahwa kedisiplinan menjadi salah satu faktor penting dalam penunjukan tersebut, terutama mengingat BGN memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kualitas program makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
“Kedisiplinan dalam menjalankan SOP, kedisiplinan dalam menjalankan manajemen di BGN, serta kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada seluruh penerima manfaat menjadi beberapa dasar pertimbangan,” jelasnya.
Gantikan Dadan Hindayana
Nanik resmi menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN. Pergantian tersebut terjadi setelah Dadan dicopot dari jabatannya dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.
Dalam perkara tersebut, Dadan tidak sendiri. Kejaksaan Agung juga menetapkan dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, sebagai tersangka.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena melibatkan jajaran pimpinan lembaga yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program gizi nasional.
Dua Wakil Kepala Baru
Selain menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN, Presiden Prabowo juga menetapkan dua Wakil Kepala BGN yang baru. Mereka adalah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Kehadiran dua wakil kepala baru tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mendukung percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional mampu memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan akuntabilitas, serta menjaga kualitas program yang selama ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.






