Faktaindonesianews.com, Bandung – Komitmen pembangunan infrastruktur di Kota Bandung tahun 2026 semakin diperkuat. Anggaran infrastruktur jalan melonjak signifikan dari Rp130 miliar menjadi Rp300 miliar. Kenaikan ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah kota dalam memperbaiki kualitas jalan dan konektivitas wilayah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa lonjakan anggaran tersebut tidak boleh sekadar besar di atas kertas. Menurutnya, perencanaan harus matang agar seluruh anggaran dapat terserap optimal dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik.
“Perencanaan kita harus sangat matang sehingga terserap Rp300 miliar. Jangan cuma besar di angka, tapi tidak berkualitas,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (19/2/2026).
Farhan juga mengakui masih adanya catatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait ketidaksesuaian antara perencanaan dan hasil inspeksi pekerjaan proyek. Catatan tersebut menjadi bahan evaluasi penting agar tata kelola penganggaran dan pengawasan proyek semakin transparan dan akuntabel.
Pemkot Bandung pun berkomitmen meningkatkan skor pencegahan korupsi dengan memperbaiki sistem perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Hal ini dilakukan agar amanat APBD benar-benar dijalankan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain infrastruktur jalan, isu pengelolaan sampah turut menjadi perhatian serius. Farhan menilai arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup bukanlah bentuk hukuman, melainkan dukungan untuk memperbaiki sistem yang ada. Kini terdapat parameter kuantitatif yang jelas, mulai dari penilaian penganggaran, kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan lahan, hingga kualitas pengolahan sampah.
Saat ini, Kota Bandung masih mencatat skor rendah pada aspek kapasitas SDM, partisipasi masyarakat, dan kualitas daur ulang. Padahal, pengelolaan sampah tidak hanya soal mengurangi volume, tetapi juga memastikan prosesnya ramah lingkungan dan melibatkan masyarakat secara luas.
Perbaikan sistem ini diharapkan mampu menekan setoran sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular di tingkat lokal.
