Anggota TNI Dianiaya di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Orang Tua Kasar ke Anak

Anggota TNI Dianiaya di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Orang Tua Kasar ke Anak

Faktaindonesianews.com Insiden kekerasan terjadi di Stasiun Depok Baru yang melibatkan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berpangkat peltu. Korban dianiaya setelah menegur seorang ibu yang diduga bersikap kasar terhadap anaknya.

Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian publik karena berawal dari niat baik korban yang ingin melindungi seorang anak.

Bacaan Lainnya

Kronologi Kejadian: Teguran Berujung Pengeroyokan

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, kejadian berlangsung pada Jumat (24/4) sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu, korban melihat seorang ibu bersikap kasar terhadap anaknya di area stasiun. Tidak tinggal diam, korban kemudian memberikan teguran secara langsung.

Namun, teguran tersebut justru memicu emosi pihak keluarga si ibu.

“(Korban) menegur ibu kasar ke anaknya,” ujar Made.

Situasi pun memanas ketika suami dari ibu tersebut tidak menerima teguran itu dan justru mengajak sejumlah rekannya untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Korban Mengalami Luka Memar

Akibat pengeroyokan tersebut, anggota TNI itu mengalami luka fisik.

“Luka memar di badan,” jelas Made, Minggu (26/4).

Meski tidak dilaporkan mengalami luka berat, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melibatkan tindakan kekerasan secara bersama-sama.

Polisi Amankan Dua Pelaku, Satu Masih Diburu

Berdasarkan hasil penyelidikan serta rekaman CCTV di lokasi kejadian, polisi mengidentifikasi ada tiga orang pelaku yang terlibat aktif dalam aksi pemukulan.

Dari jumlah tersebut, dua orang telah berhasil diamankan, termasuk suami dari ibu yang ditegur korban.

“Sampai saat ini diduga pelaku yang aktif melakukan pemukulan itu 3 orang. Tapi yang kita amankan sudah 2 orang,” ungkap Made.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap satu pelaku lainnya yang masih buron.

Suami Pelaku Diduga Paling Aktif Melakukan Kekerasan

Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan bahwa suami dari ibu tersebut merupakan pihak yang paling aktif melakukan kekerasan terhadap korban.

“Iya, dia memang yang paling aktif untuk melukai korban,” tambah Made.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksi pengeroyokan dilakukan secara terencana setelah adanya emosi yang dipicu oleh teguran korban.

Pos terkait