Jakarta, Faktaindonesianews.com – Seorang artis porno asal Inggris yang dikenal dengan nama panggung Bonnie Blue harus berurusan dengan pihak kepolisian di Bali. Ia diperiksa setelah Polres Badung menggerebek sebuah studio di Desa Pererenan, Mengwi, Kabupaten Badung, yang diduga menjadi lokasi pembuatan konten asusila.
Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara mengatakan penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima informasi adanya aktivitas mencurigakan di studio tersebut. Saat pengecekan, polisi menemukan sejumlah peralatan yang menguatkan dugaan bahwa lokasi itu dipakai untuk memproduksi video dewasa.
“Diduga tempat tersebut digunakan oleh terduga pelaku untuk memproduksi video asusila,” ujar Arif Batubara pada Jumat (5/12).
Puluhan Barang Bukti Disita
Dalam operasi tersebut, polisi menyita beberapa kamera profesional yang dipakai untuk merekam adegan para pelaku. Tak hanya itu, petugas juga menemukan alat kontrasepsi serta sebuah mobil pikap biru bertuliskan ‘Bonnie Blue’s BangBus’, yang diduga digunakan sebagai properti produksi.
Selain barang bukti, polisi turut mengamankan 18 Warga Negara Asing (WNA) yang berada di lokasi. Salah satunya adalah perempuan bernama Tia Emma Billinger (26), warga negara Inggris yang merupakan sosok di balik nama panggung Bonnie Blue.
“Penyidik telah mengamankan 18 WNA, di antaranya satu perempuan, serta menemukan beberapa kamera dan alat kontrasepsi,” kata Kapolres.
Dari total WNA yang diamankan, 14 di antaranya berasal dari Australia, meliputi JM (24), MT (27), BS (27), MP (40), PR (37), TL (25), BL (26), TR (25), AAG (20), BS (19), KM (22), MM (21), CC (19), dan KR (24). Mereka diduga berada di lokasi saat proses pembuatan konten berlangsung.
Empat Orang Jadi Terduga
Polisi kemudian menetapkan empat orang sebagai terduga dalam kasus ini. Mereka adalah:
-
Tia Emma Billinger alias Bonnie Blue (26) – Inggris
-
L.A.J. (27) – Inggris
-
I.N.L. (27) – Inggris
-
J.J.T.W. (28) – Australia
Ke-18 WNA yang sempat diamankan sudah diperiksa dan dipulangkan sementara karena penyelidikan masih berlangsung. Namun status mereka tetap dipantau.
“Untuk sementara kita kembalikan ke tempat tinggal masing-masing karena masih proses penyelidikan,” jelas Arif.
WNA Australia Tidak Mengenal Para Terduga
Dari pemeriksaan saksi dan terduga, polisi menemukan fakta bahwa 14 WN Australia yang ikut diamankan ternyata tidak mengenal keempat terduga. Mereka disebut baru bertemu untuk pertama kalinya ketika berada di dalam studio tersebut.
Penyidik hingga kini masih mendalami keterlibatan masing-masing pihak untuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran hukum lain dalam kasus produksi konten dewasa ini.
