Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus mendorong aparatur sipil negara (ASN) agar menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program Buruan Sae dan Kang Pisman menjadi contoh inovasi yang terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung, Evi Hendarin, menilai keberlanjutan inovasi menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan dari kinerja ASN di lingkungan Pemkot Bandung.
Menurut Evi, inovasi tidak cukup hanya menghadirkan gagasan baru. ASN perlu memastikan gagasan tersebut mampu mempercepat pelaksanaan program pemerintah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjawab kebutuhan masyarakat.
“Yang membanggakan adalah ketika seorang ASN membuat inovasi untuk mengakselerasi berbagai program kegiatan yang ada dalam lingkup tugasnya,” ujar Evi di Kantor BKPSDM Kota Bandung, Senin, 19 Oktober 2026.
Buruan Sae dan Kang Pisman Berikan Manfaat bagi Warga
Evi mencontohkan Buruan Sae sebagai program yang mengajak masyarakat memanfaatkan lahan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Melalui program ini, warga dapat mengoptimalkan ruang yang tersedia untuk kegiatan produktif yang mendukung kebutuhan pangan rumah tangga.
Sementara itu, Kang Pisman atau Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan mendorong masyarakat mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. Program tersebut mengedukasi warga agar mengurangi timbulan sampah, memilah sampah sesuai jenisnya, serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
Evi menegaskan, kedua inovasi tersebut perlu terus berjalan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat. Buruan Sae juga telah memperoleh perhatian di tingkat internasional melalui apresiasi yang diselenggarakan di Milan, Italia.
“Buruan Sae dan Kang Pisman terus bisa berkelanjutan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengelola kebersihan dan lingkungan agar lebih memberikan dampak untuk ketahanan pangan di Kota Bandung,” katanya.
Keberlanjutan kedua program tersebut menunjukkan bahwa inovasi pemerintahan membutuhkan konsistensi, partisipasi masyarakat, dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
BKPSDM Gelar Anugerah ASN Berprestasi 2026
Untuk menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan pemerintahan, BKPSDM Kota Bandung secara rutin menggelar penilaian ASN Berprestasi. Pada 2026, program tersebut berkembang menjadi dua kategori, yaitu ASN Berprestasi dan ASN Teladan.
Kategori ASN Berprestasi berfokus pada penjaringan talenta terbaik yang mampu menghasilkan inovasi dan memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan publik.
BKPSDM telah memilih sejumlah finalis untuk mengikuti tahapan penilaian oleh panelis yang direkrut secara khusus dari kalangan akademisi. Rangkaian kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya melalui Anugerah ASN Berprestasi pada 29 Oktober 2026.
Melalui penghargaan ini, BKPSDM berharap kinerja dan inovasi ASN yang berdampak bagi masyarakat mendapatkan apresiasi. Penghargaan tersebut juga diharapkan memotivasi pegawai lainnya untuk mengembangkan gagasan kreatif dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Tingkatkan Kompetensi ASN melalui Pembelajaran Digital
Selain memberikan penghargaan, BKPSDM Kota Bandung memperkuat kapasitas dan profesionalisme pegawai melalui pengembangan kompetensi berdasarkan Human Capital Development Plan (HCDP).
Program pembelajaran berlangsung melalui metode klasikal atau tatap muka serta metode nonklasikal berbasis digital. Salah satu fasilitas pendukungnya adalah Bandung Learning Center yang menyediakan learning management system (LMS) berbasis e-learning.
Melalui fasilitas tersebut, ASN dapat mengakses materi pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan secara berkelanjutan.
BKPSDM juga memperkuat integritas pegawai melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Program pembelajaran antikorupsi dasar dan ASN berintegritas ini diwajibkan bagi seluruh ASN Kota Bandung sesuai arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Upaya tersebut bertujuan membangun aparatur yang profesional, memiliki integritas, serta mampu menjalankan tugas dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.






