Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota Bandung kembali mengambil langkah tegas dengan menutup sementara kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) dan Alun-alun Bandung. Kebijakan ini ditempuh setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas pengunjung, aspek keselamatan, serta kesiapan fasilitas publik yang dinilai belum optimal melayani lonjakan warga dan wisatawan.
Penutupan sementara tersebut menjadi perhatian publik, mengingat kedua lokasi itu baru saja kembali dibuka dan dipromosikan sebagai ruang terbuka favorit warga. Namun, antusiasme masyarakat yang tinggi ternyata tidak diimbangi dengan kesiapan teknis di lapangan. Kondisi inilah yang mendorong Pemkot Bandung melakukan langkah korektif demi mencegah risiko yang lebih besar.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui adanya ketimpangan antara promosi yang masif dengan kondisi riil fasilitas yang tersedia. Pernyataan tersebut disampaikannya saat berada di kawasan Hutanika, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pada Rabu, 7 Januari 2026.
“Saya harus minta maaf. Promosinya lebih bagus daripada kenyataannya,” ujar Farhan kepada awak media.
Farhan menjelaskan, pembukaan kawasan dilakukan saat tingkat kesiapan fasilitas baru mencapai sekitar 65 persen, sementara jumlah pengunjung yang datang hampir menyentuh kapasitas maksimal. Situasi ini memicu kepadatan berlebih dan potensi gangguan kenyamanan hingga keselamatan.
“Kapasitas baru sekitar 65 persen, tapi yang datang 100 persen. Itu yang menimbulkan kejadian yang tidak perlu,” katanya.
Menurut Farhan, pengelolaan ruang publik tidak boleh mengabaikan prinsip dasar keselamatan. Ia menekankan bahwa perencanaan kapasitas harus selalu lebih besar dari potensi jumlah pengunjung, bukan sebaliknya. Prinsip ini, kata dia, menjadi standar mutlak dalam tata kelola fasilitas umum.
“Kalau potensi 10 ribu orang, kapasitas harus 11 ribu. Bukan sebaliknya,” tegasnya.
Penutupan sementara ini dimanfaatkan Pemkot Bandung untuk melakukan perbaikan infrastruktur, penataan ulang alur pengunjung, peningkatan sistem keamanan, serta evaluasi manajemen keramaian. Pemerintah berharap, setelah dibuka kembali, Babakan Siliwangi dan Alun-alun Bandung benar-benar siap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
