Faktaindonesianews.com, Jakarta – Kabar penting datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lembaga tersebut tengah memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S yang terdeteksi di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung. Meski peluangnya berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, sistem ini tetap berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah daerah dalam 24 jam ke depan.
Berdasarkan hasil monitoring Tropical Cyclone Warning Center Jakarta (TCWC), posisi bibit siklon terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dan Banten, sesuai pembaruan pada Minggu (1/3) pukul 07.00 WIB. Sistem ini pertama kali terbentuk pada 27 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.
Dalam keterangan resminya melalui media sosial, BMKG menyebut bibit siklon tersebut bergerak ke arah timur dan memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Meski demikian, masyarakat tidak boleh lengah. Keberadaan sistem atmosfer ini tetap dapat menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko genangan, banjir lokal, hingga tanah longsor, terutama di daerah rawan.
Tak hanya di daratan, kondisi perairan juga perlu menjadi perhatian serius. BMKG memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori moderate sea di sejumlah wilayah. Area yang berpotensi terdampak antara lain Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa, serta Selat Sunda bagian selatan.
Gelombang dengan ketinggian tersebut cukup berisiko bagi kapal nelayan, perahu kecil, hingga aktivitas pelayaran skala menengah. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun statusnya masih sebatas bibit siklon dengan peluang perkembangan rendah, dampaknya tetap signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Pemantauan intensif terus dilakukan guna memastikan perkembangan sistem ini dalam beberapa hari ke depan.






