BRI Peduli Bersihkan Tukad Badung, Kumpulkan 3.262 Kg Sampah dan Kurangi Emisi 9,79 Ton CO₂

Jakarta, Faktaindonesianews.com — Dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional, BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya menjaga lingkungan lewat program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan”. Kegiatan ini dipusatkan di Sungai Last Point, anak Tukad Badung yang berada di kawasan konservasi Mangrove Tahura Ngurah Rai, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Bali.

Tak tanggung-tanggung, lebih dari 442 peserta yang terdiri dari masyarakat lokal dan aktivis lingkungan bahu-membahu membersihkan aliran sungai sepanjang 70 meter. Hasilnya? Sebanyak 3.262 kg sampah anorganik berhasil dikumpulkan dan tingkat kejernihan air sungai meningkat hingga 69%.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan hanya aksi bersih-bersih, tapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam, khususnya sungai,” kata Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI, dalam keterangan tertulis.

Tak Sekadar Aksi, Tapi Edukasi Lingkungan

Selain membersihkan sungai, program ini juga mengedepankan edukasi pemilahan sampah. Masyarakat diajarkan memilah antara sampah organik dan anorganik, lalu mengelolanya secara tepat. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos, biogas, bahkan pakan ternak, sementara sampah anorganik dicacah dan dijual ke pengepul.

“Melalui program ini, warga tidak hanya jadi pelaku kebersihan, tapi juga punya pengetahuan dan keterampilan yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari,” ujar Hendy.

BRI juga menyalurkan bantuan peralatan seperti trash barrier, sapu, timbangan sampah, dan gerobak untuk mendukung kelangsungan kegiatan secara berkelanjutan.

Dampak Lingkungan dan Ekonomi Positif

Aktivasi kali ini berhasil mereduksi emisi karbon sebesar 9,79 Ton CO₂, sebuah capaian signifikan bagi pelestarian lingkungan. Program ini bahkan telah berjalan sejak 2020, dan telah merevitalisasi lebih dari 100 sungai di Indonesia.

Tahun ini, BRI menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia, organisasi nirlaba yang telah memasang lebih dari 18 jaring sampah di sungai-sungai Bali dan Banyuwangi. Hasil kolaborasi ini sudah mengumpulkan 35,20 ton sampah anorganik.

Tak hanya soal lingkungan, pendekatan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan berbasis padat karya dan pembangunan fasilitas seperti taman, RTH, dan area ramah anak.

Pos terkait