Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mempertegas posisinya sebagai bank yang berada di garis depan dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Komitmen tersebut sejalan dengan Asta Cita, arah pembangunan nasional yang menekankan pemerataan ekonomi serta penguatan fondasi ekonomi kerakyatan. Melalui berbagai program pemberdayaan yang terintegrasi, BRI mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.
Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, menegaskan bahwa program pemberdayaan UMKM menjadi fondasi penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, keberhasilan program tersebut menunjukkan bahwa UMKM bukan hanya tulang punggung perekonomian, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
“BRI telah membina 4.909 Desa BRILiaN yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, melalui program Klasterku Hidupku, BRI berhasil mengembangkan 41.715 klaster usaha yang memperkuat sektor produktif berbasis komunitas,” ujar Agus, Minggu (16/11/2025).
BRI juga menghadirkan LinkUMKM, platform yang kini dimanfaatkan oleh lebih dari 13,6 juta pelaku UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas. Selain itu, BRI membina 54 Rumah BUMN dan telah menggelar lebih dari 17 ribu pelatihan, sebagai bentuk komitmen mendorong daya saing UMKM.
Menurut Agus, berbagai inisiatif tersebut tidak hanya memberikan dampak sosial bagi masyarakat, tetapi juga mendorong kinerja bisnis BRI. Program pemberdayaan UMKM terbukti menjadi strategi efektif dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus meningkatkan kualitas portofolio BRI.
Dari sisi keuangan, BRI mencatat pertumbuhan positif hingga Triwulan III 2025. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,2% YoY, mencapai Rp1.474,8 triliun, didorong oleh penguatan dana murah atau CASA. Di sisi intermediasi, BRI membukukan penyaluran kredit sebesar Rp1.438,1 triliun, tumbuh 6,3% YoY. Dengan perbaikan fundamental tersebut, BRI berhasil mencetak laba bersih Rp41,2 triliun hingga akhir kuartal ketiga tahun ini.






