CFD dan Braga Beken Bandung Dipastikan Kembali, Farhan Ungkap Alasan Penghentian Sementara

BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan program Car Free Day (CFD) dan Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) tidak akan dihentikan secara permanen. Kedua program tersebut masih dipandang penting sebagai ruang publik dan bagian dari aktivitas Kota Bandung.

Namun, Pemkot Bandung saat ini masih melakukan evaluasi dan pembenahan tata kelola sebelum CFD dan Braga Beken kembali digelar. Pemerintah ingin memastikan seluruh mekanisme pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan evaluasi tersebut merupakan bagian dari pengendalian tata kelola pemerintahan. Menurutnya, pemerintah perlu memperbaiki sejumlah persoalan yang ditemukan dalam pengelolaan kegiatan sebelum program kembali dijalankan.

“Evaluasi CFD itu sebetulnya adalah sebuah bentuk pengendalian tata kelola pemerintahan. Selama ini Dishub memang memanfaatkan dana anggaran pengelolaan CFD untuk meminta bantuan berbagai macam pihak melakukan penertiban dan lain-lain. Tetapi ada kesalahan administrasi, ada kesalahan tata kelola maka saya stop dulu, perbaiki dulu semuanya,” kata Farhan, Rabu, 2 September 2026.

Bukan Dihapus, CFD Hanya Dihentikan Sementara

Farhan menegaskan keputusan menghentikan sementara pelaksanaan CFD Bandung bukan berarti pemerintah berencana menghapus program tersebut.

Penghentian dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada Pemkot Bandung melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terhadap sistem pengelolaan anggaran dan mekanisme pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Selama ini, kegiatan CFD melibatkan berbagai pihak untuk membantu pengaturan dan penertiban kawasan. Namun, pemerintah menemukan adanya persoalan dalam aspek administrasi dan tata kelola yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Pemkot Bandung ingin memastikan kegiatan yang melibatkan anggaran pemerintah memiliki mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya pelanggaran administrasi ketika CFD kembali dilaksanakan.

Konsep CFD dan Braga Beken Masih Dimatangkan

Selain mengevaluasi tata kelola, Pemkot Bandung juga tengah mematangkan konsep baru untuk pelaksanaan CFD dan Braga Beken.

Farhan mengatakan pemerintah belum menentukan secara final bentuk pelaksanaan kedua program tersebut. Karena itu, pelaksanaan kembali CFD dan Braga Beken masih menunggu konsep penataan yang dinilai sudah jelas.

“Saya harus lihat dulu konsep dari penataan CFD dan Braga Beken itu jadi seperti apa. Kalau itu sudah clear dan jelas ya kita akan jalankan lagi,” ujar Farhan.

Pemerintah ingin agar pelaksanaan kedua kegiatan tersebut tidak hanya sekadar menutup akses kendaraan. Penataan perlu memiliki konsep yang lebih terarah sehingga masyarakat tetap mendapatkan manfaat dari keberadaan ruang publik tersebut.

Farhan: Bandung Tetap Membutuhkan CFD

Meski pelaksanaannya dihentikan sementara, Farhan memastikan keberadaan CFD tetap dibutuhkan Kota Bandung.

Menurutnya, CFD memiliki fungsi sebagai ruang bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas tanpa terganggu lalu lintas kendaraan bermotor. Karena itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk menghilangkan program tersebut.

“Harus dilanjut karena kita memang membutuhkan hal itu. Kita butuh CFD, kita butuh Braga Beken,” ungkap Farhan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa evaluasi yang dilakukan Pemkot Bandung bukan merupakan langkah untuk mengakhiri program. Pemerintah justru ingin memperbaiki sistem agar CFD dapat kembali berjalan dengan tata kelola yang lebih baik.

Braga Beken Akan Dikembangkan Jadi Daya Tarik Wisata

Perhatian Pemkot Bandung juga tertuju pada pengembangan Braga Beken. Kawasan Braga selama ini menjadi salah satu ikon Kota Bandung dan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata perkotaan.

Karena itu, konsep Braga Beken ke depan tidak hanya berkaitan dengan pembatasan kendaraan. Pemkot Bandung ingin menghadirkan aktivitas yang mampu membuat kawasan tersebut semakin hidup dan menarik bagi warga maupun wisatawan.

Pengembangan aktivitas di kawasan Braga diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang lebih menarik bagi pengunjung. Dengan begitu, Braga tidak hanya menjadi kawasan yang nyaman untuk berjalan kaki, tetapi juga mampu menjadi ruang publik dengan berbagai kegiatan yang mendukung sektor pariwisata.

“Konsep Braga juga tentu akan dikembangkan lagi sedemikian rupa sehingga semakin menarik sebagai tempat wisata,” tutur Farhan.

Penataan Diharapkan Beri Manfaat bagi Warga

Konsep baru yang sedang disiapkan Pemkot Bandung diharapkan dapat mempertemukan sejumlah kepentingan sekaligus. Masyarakat tetap memperoleh ruang publik, aktivitas ekonomi dapat tumbuh, sementara kawasan wisata seperti Braga semakin menarik untuk dikunjungi.

Evaluasi terhadap CFD juga memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk menata kembali mekanisme pengelolaan kegiatan agar lebih transparan dan tertib.

Dengan pembenahan tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi persoalan administrasi maupun tata kelola yang dapat mengganggu keberlangsungan program.

Bagi masyarakat Bandung, keberlanjutan CFD dan Braga Beken menjadi penting karena kedua kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas ruang publik kota. Namun, pemerintah tetap harus memastikan pelaksanaannya berjalan dengan sistem yang sesuai ketentuan.

Pos terkait