Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota Bandung menargetkan penciptaan 15.000 lapangan kerja baru hingga akhir 2025 sebagai bagian dari upaya menurunkan angka pengangguran yang saat ini mencapai lebih dari 100 ribu orang.
Wali Kota Bandung, Farhan, menyampaikan komitmen tersebut dalam pembukaan Job Fair yang digelar bersama Apindo. Ia memastikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial.
“Saya pastikan ini bukan formalitas. Perusahaan anggota Apindo benar-benar membuka lapangan kerja yang riil,” tegas Farhan, Senin (16/6/2025).
Farhan menekankan bahwa acara ini merupakan langkah awal dari program strategis untuk mengejar target penyerapan tenaga kerja.
“Ini langkah awal untuk mengejar target 15.000 lapangan kerja hingga akhir tahun ini,” katanya.
Untuk menghindari kerumunan, sistem kehadiran peserta diatur bergelombang, dan sebagian mengikuti secara hybrid.
Selain membuka akses kerja umum, Pemkot juga mendorong keterlibatan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
“Kita dorong minimal 2 persen dari total lowongan untuk penyandang disabilitas. Tantangannya bukan hanya menyediakan pekerjaan, tapi memastikan mereka bisa bertahan di lingkungan kerja tersebut,” ujar Farhan.
Saat ini, jumlah pengangguran terbuka di Kota Bandung diperkirakan mencapai 100.300 orang. Pemerintah kota menargetkan penurunan sekitar 15 persen setiap tahun.
“Harapannya, di akhir periode pertama saya menjabat, angka pengangguran tinggal 50 ribu,” ujarnya optimistis.
Namun, Farhan mengakui bahwa tantangan utama ada pada kesenjangan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri.
“Link and match masih jadi masalah. Makanya pelatihan dan UMKM Center di tiap kecamatan sedang kita bangun,” katanya.
Guna memperkuat daya serap tenaga kerja, Pemkot Bandung juga akan memaksimalkan jaringan Koperasi Merah Putih di 151 kelurahan.
“Ini akan kita resmikan bareng Presiden di Hari Koperasi Nasional,” ungkapnya.
Meski memiliki target ambisius, Farhan menyadari pengangguran tidak bisa dihapus sepenuhnya.
“Angka nol persen itu tidak realistis. Tapi tahun depan kami targetkan pengangguran terbuka turun ke 6,4 persen,” pungkasnya.






